Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Tokoh-tokoh Islam

Halal Bi Halal Dengan Para Syahid Agung 3

Halal Bi Halal Dengan Para Syahid Agung 3

Dan kami — kami yang mengangkat namamu sebagai panji — masih saling melukai dengan kata, masih saling memotong dengan hujah, masih berlomba membuktikan siapa yang paling benar sambil membiarkan ukhuwwah tergeletak berdarah di jalanan.   

Baca Yang lain

Halal Bi Halal Dengan Para Syahid Agung 2

Halal Bi Halal Dengan Para Syahid Agung 2 Di bulan yang paling Engkau cintai, di hari Syahadah Ummul Mukminin, saat bibirnya masih basah dengan ayat-Mu, saat lambungnya masih kosong karena cinta-Mu —  Engkau panggil ia pulang bukan dengan kehinaan bukan dengan kelalaian melainkan dalam wudhu yang sempurna, dalam sujud yang belum sempat selesai — 

Baca Yang lain

Halal Bi Halal Dengan Para Syahid Agung 1

Halal Bi Halal Dengan Para Syahid Agung 1 Kepada istri beliau, kepada keluarga beliau, kepada seluruh kafilah syahid yang namanya hanya diketahui oleh-Mu dan oleh bumi yang menyimpan darah mereka —  Dan kepada beliau — Sayyid Asy-Syahid kami — 

Baca Yang lain

Warisan Malik al-Asytar dan Teladan Abadi

Warisan Malik al-Asytar dan Teladan Abadi Malik al-Asytar menjadi simbol dari beberapa kualitas luhur yang sangat dihargai dalam tradisi Syiah dan Islam pada umumnya:  

Baca Yang lain

Kemartiran Malik al-Asytar dan Akhir Hidup yang Tragis

Kemartiran Malik al-Asytar dan Akhir Hidup yang Tragis Saat situasi Mesir genting akibat konflik antara kekuasaan Imam Ali as dan Mu’awiyah, Imam Ali as menunjuk Malik al-Asytar sebagai gubernur Mesir yang baru agar dapat menertibkan wilayah tersebut. Namun dalam perjalanan menuju Mesir pada tahun 38/39 H (658-659 M), Malik diracuni oleh agen-agen Mu’awiyah yang bersikeras mencegahnya mencapai posisi itu.  

Baca Yang lain

Kesetiaan Malik al-Asytar kepada Imam Ali as

Kesetiaan Malik al-Asytar kepada Imam Ali as Kesetiaan Malik kepada Imam Ali as tidak tergoyahkan sepanjang hidupnya. Dalam berbagai situasi yang sulit dan penuh tekanan politik, terutama saat Fitnah Pertama yang memecah belah umat Islam, ia berdiri teguh di sisi Ali as. Ketika sebagian besar pasukan mulai goyah dan terpecah di medan Siffin akibat penipuan politik musuh, Malik tetap tegar mengikuti perintah Imam Ali as dan tidak tergoda oleh janji-janji atau tipu daya pihak lawan.  

Baca Yang lain

Peran Malik al-Asytar dalam Politik dan Administratif

Peran Malik al-Asytar dalam Politik dan Administratif Lebih dari sekadar panglima perang, Malik al-Asytar juga dikenal sebagai seorang pemimpin administrasi yang adil. Imam Ali as mengangkatnya sebagai gubernur di beberapa wilayah penting seperti Al-Jazirah dan kemudian Mesir. Tugas Malik bukan hanya memimpin pasukan, tetapi juga menjaga ketertiban sosial dan mengimplementasikan prinsip-prinsip keadilan dalam pemerintahan.  

Baca Yang lain

Keikutsertaan Malik al-Asytar dalam Perang-Perang Besar Islam

Keikutsertaan Malik al-Asytar dalam Perang-Perang Besar Islam Malik al-Asytar adalah seorang pejuang yang berani dan menjadi bagian dari pasukan Muslim dalam banyak pertempuran penting di era awal Islam:  

Baca Yang lain

Latar Belakang dan Kehidupan Awal Malik al-Asytar

Latar Belakang dan Kehidupan Awal Malik al-Asytar Malik al-Asytar (Malik bin al-Harits al-Nakhaʾi) adalah salah satu figur paling mulia dan berpengaruh di antara sahabat Imam Ali bin Abi Thalib as. Ia bukan hanya seorang panglima perang yang gagah berani, tetapi juga representasi loyalitas, keadilan, dan cinta kepada Ahlulbait as.

Baca Yang lain

Kisah Keislaman Abu Dzar al-Ghifari: Pencari Kebenaran yang Tak Pernah Mundur (2)

Kisah Keislaman Abu Dzar al-Ghifari: Pencari Kebenaran yang Tak Pernah Mundur (2) Pagi harinya, Imam Ali membawa Abu Dzar menemui Rasulullah ﷺ. Begitu mendengar langsung sabda Nabi, tanpa ragu sedikit pun Abu Dzar mengucapkan syahadat dan masuk Islam. Itulah karakter Abu Dzar—teguh, lugas, dan jujur.  

Baca Yang lain

Kisah Keislaman Abu Dzar al-Ghifari: Pencari Kebenaran yang Tak Pernah Mundur (1)

Kisah Keislaman Abu Dzar al-Ghifari: Pencari Kebenaran yang Tak Pernah Mundur (1) Dalam sejarah Islam, nama Abu Dzar al-Ghifari selalu bergema sebagai simbol keberanian moral, keteguhan hati, dan ketulusan dalam mencari kebenaran. Kisah keislamannya bukan sekadar catatan biografis, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang memperlihatkan teguhnya seorang manusia yang menolak berhenti sebelum menemukan hakikat.  

Baca Yang lain

Sayyid Jamal al-Afghani dan Mimpi Besar Persatuan Dunia Islam (4)

Sayyid Jamal al-Afghani dan Mimpi Besar Persatuan Dunia Islam (4) Salah satu kontribusi besar Jamal al-Afghani adalah menghidupkan kembali tradisi filsafat Islam dalam konteks modern. Ia mendorong murid-muridnya, seperti Muhammad Abduh, untuk membaca karya klasik seperti Avicenna (Ibn Sînâ) dan filsuf Muslim lainnya.  

Baca Yang lain

Sayyid Jamal al-Afghani dan Mimpi Besar Persatuan Dunia Islam (3)

Sayyid Jamal al-Afghani dan Mimpi Besar Persatuan Dunia Islam (3) Jamal al-Afghani adalah seorang modernis Islam avant-garde: ia menolak dogma yang menolak sains dan kemajuan, namun juga menolak tirani budaya Barat yang memaksakan ide Barat begitu saja. Dalam tulisannya, ia menyerukan umat Islam agar mempelajari ilmu modern, teknologi, dan menerapkannya — tetapi tanpa kehilangan esensi spiritual dan rasional Islam.  

Baca Yang lain

Sayyid Jamal al-Afghani dan Mimpi Besar Persatuan Dunia Islam (2)

Sayyid Jamal al-Afghani dan Mimpi Besar Persatuan Dunia Islam (2) Salah satu keunggulan Jamal al-Afghani adalah kemampuannya memahami dinamika internal dunia Islam dengan kacamata historis dan politik yang luas. Ia menyadari bahwa dalam sejarah panjang umat Islam, baik tradisi Sunni maupun Syiah memiliki pengalaman yang berbeda dalam hubungannya dengan kekuasaan dan masyarakat.  

Baca Yang lain

Sayyid Jamal al-Afghani dan Mimpi Besar Persatuan Dunia Islam (1)

Sayyid Jamal al-Afghani dan Mimpi Besar Persatuan Dunia Islam (1) Dalam pusaran gejolak dunia Islam abad ke-19—di mana kekuatan kolonial Barat menjalar ke berbagai belahan dunia muslim, dan pemerintahan otoriter dalam negeri sering kali terpapar kolaborasi asing—muncul sosok yang keberadaannya menyala sebagai pemicu kesadaran nasional dan religius: Sayyid Jamaluddin al-Afghani.

Baca Yang lain

Nasihat Wali Faqih (16)

Nasihat Wali Faqih (16) Dan adalah wajib untuk diketahui bahwa sifat tercela itu akan berjalan dalam diri seseorang dan bergerak dan mengakar secara bertahap. Dan seperti dalam ungkapan riwayat di atas ia berjalan seperti seekor semut. Dan seperti kemusyrikan dari sisi tingkatan-tingkatannya.  

Baca Yang lain

REDEFINISI ULAMA

REDEFINISI ULAMA Di tengah perbincangan tentang tokoh agama, seringkali kita dihadapkan pada stereotip yang menyederhanakan kompleksitas dunia keilmuan. Di Indonesia, sebutan "ustadz" belum tentu mencerminkan kedalaman pemahaman agama. Begitu pula di pusat-pusat keilmuan Islam seperti Iran dan Irak, sorban dan aba'ah memang identik dengan penguasaan ilmu agama, namun ini tidak serta-merta jadi dasar menyamakan semua ulama dengan intelektual kaliber Mutahhari atau Misbah Yazdi. Karena istimewa di dalam, mereka dikenal di luar.

Baca Yang lain

Ujian Para Pemuka Agama adalah Uang?

Ujian Para Pemuka Agama adalah Uang? Pertanyaan ini bukan untuk mendukung hedonisme di kalangan pemuka agama. Apresiasi yang dimaksud adalah skala yang wajar dan layak, sesuai kebutuhan hidup masa kini. Mengapa justru para pemuka agama yang harus menghadapi ujian keuangan yang sulit ini? Bukankah lebih tepat jika masyarakat mengubah paradigma dengan memikirkan bagaimana meningkatkan pendapatan agar mereka yang berkhidmat dapat benar-benar fokus tanpa dibebani kekhawatiran hidup mendasar?

Baca Yang lain

Sufi yang Mengguncang Dunia (2)

Sufi yang Mengguncang Dunia (2) Bagi siapa saja yang dapat melihat atau merasa, tidak mungkin meragukan integritas pribadinya atau anggapan orang-orang yang disembunyikan oleh orang-orang seperti Yazdi bahwa ia telah meninggalkan diri manusia yang normal (atau abnormal) dan telah mencapai tempat tinggal yang mutlak. Kemutlakan itu dinyatakan dalam udara, dinyatakan dalam gerak tubuhnya, dinyatakan dalam gerak tangannya, dinyatakan dalam nyala kepribadiannya, dinyatakan dalam ketenangan kesadarannya.

Baca Yang lain

Sufi yang Mengguncang Dunia (1)

Sufi yang Mengguncang Dunia (1) Inilah yang dirisaukan Imam pada hari-hari terakhir hayatnya. Ia telah menetapkan hukuman mati bagi Salman Rushdie, tetapi ia merasa kalau ia sendirilah yang layak membunuh orang yang menghina Rasulullah Saw. tersebut. JR wa mā taufīqī illā billāh, ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi unīb

Baca Yang lain