Keluarga & Anak
Peran Perempuan sebagai Agen Budaya Antikorupsi
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Euis Daryati,MA
Perempuan, khususnya ibu, memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, kesederhanaan, disiplin, dan keberanian mengatakan yang benar dapat ditanamkan melalui pembiasaan di rumah.
Perempuan sebagai Pembentuk Gaya Hidup Antikorupsi
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Euis Daryati,MA
Budaya korupsi kadang berawal dari gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan ekonomi. Perempuan dapat berperan dalam membangun budaya keluarga yang sehat terhadap uang. Misalnya dengan mengajarkan merasa cukup, hidup sederhana, membedakan kebutuhan dan keinginan, menganggap kekayaan sebagai amanah dan sarana bukan tujuan, kejujuran sebagai bentuk keberhasilan.
Perempuan sebagai Pemimpin Berintegritas
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Euis Daryati,MA
Ketika perempuan menjadi pemimpin di pemerintahan, perusahaan, organisasi, lembaga pendidikan, maupun komunitas, ia mempunyai kesempatan untuk membangun sistem kerja yang transparan dan akuntabel.
Perempuan sebagai Agen Antisuap
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Euis Daryati,MA
Perempuan juga dapat berperan aktif dalam menolak normalisasi suap dan gratifikasi. Misalnya, ketika menghadapi pelayanan publik, pendidikan, pekerjaan, atau urusan administrasi, perempuan dapat membangun keberanian untuk mengatakan tidak terhadap pemberian yang bertujuan mendapatkan perlakuan khusus.
Perempuan sebagai Penjaga Integritas Keluarga
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Euis Daryati,MA
Perempuan dapat menjadi early warning system dalam keluarga. Ketika suami atau anggota keluarga memperoleh penghasilan, fasilitas, atau pemberian yang tidak wajar, perempuan dapat berperan mengingatkan dan mengajak untuk memeriksa asal-usul harta tersebut.
Peran Perempuan sebagai Agen Budaya Antikorupsi
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Euis Daryati,MA
Perempuan, khususnya ibu, memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, kesederhanaan, disiplin, dan keberanian mengatakan yang benar dapat ditanamkan melalui pembiasaan di rumah.
Figur Ayah dalam Membangun Keluarga Maslahah 4
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Prof Abdul Mujib
Pada akhirnya, keluarga maslahah tidak lahir dengan sendirinya. Ia dibangun melalui kepemimpinan yang dilandasi iman, ilmu, hikmah, kasih sayang, komunikasi yang sehat, kedisiplinan, dan keteladanan. Seorang ayah bukan hanya pemimpin rumah tangga, tetapi juga penjaga nilai, pendidik generasi, pelindung keluarga, dan pewaris akhlak. Ketika ia menjalankan seluruh amanah tersebut dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga melahirkan masyarakat yang harmonis, bangsa yang kuat, dan peradaban yang bermartabat.
Figur Ayah dalam Membangun Keluarga Maslahah 3
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Prof Abdul Mujib
Pada akhirnya, keluarga maslahah tidak lahir dengan sendirinya. Ia dibangun melalui kepemimpinan yang dilandasi iman, ilmu, hikmah, kasih sayang, komunikasi yang sehat, kedisiplinan, dan keteladanan. Seorang ayah bukan hanya pemimpin rumah tangga, tetapi juga penjaga nilai, pendidik generasi, pelindung keluarga, dan pewaris akhlak. Ketika ia menjalankan seluruh amanah tersebut dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga melahirkan masyarakat yang harmonis, bangsa yang kuat, dan peradaban yang bermartabat.
Figur Ayah dalam Membangun Keluarga Maslahah2
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Prof Abdul Mujib
Pada akhirnya, keluarga maslahah tidak lahir dengan sendirinya. Ia dibangun melalui kepemimpinan yang dilandasi iman, ilmu, hikmah, kasih sayang, komunikasi yang sehat, kedisiplinan, dan keteladanan. Seorang ayah bukan hanya pemimpin rumah tangga, tetapi juga penjaga nilai, pendidik generasi, pelindung keluarga, dan pewaris akhlak.
Figur Ayah dalam Membangun Keluarga Maslahah 1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Prof Abdul Mujib
Pada akhirnya, keluarga maslahah tidak lahir dengan sendirinya. Ia dibangun melalui kepemimpinan yang dilandasi iman, ilmu, hikmah, kasih sayang, komunikasi yang sehat, kedisiplinan, dan keteladanan. Seorang ayah bukan hanya pemimpin rumah tangga, tetapi juga penjaga nilai, pendidik generasi, pelindung keluarga, dan pewaris akhlak.
Ketika Kapitalisme Memisahkan Bayi dari Ibunya: Perspektif Ajaran Islam (2)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Annisa Eka Nurfitria,Lc.M.Sos-
Kesimpulannya, pemisahan bayi dari ibunya bukanlah fenomena alamiah atau ilmiah, melainkan konstruksi sosial-ekonomi yang berakar pada kebutuhan kapitalisme terhadap tenaga kerja yang tidak terganggu peran domestik. Penelitian neurosains, teori kelekatan, dan hadis-hadis Islam justru mengonfirmasi pentingnya kedekatan intens di tahun-tahun awal kehidupan. Dengan demikian, kritik terhadap kapitalisme bukan sekadar kritik moral, tetapi upaya memulihkan kembali fitrah relasi manusia yang telah direduksi oleh logika produksi. Dalam ajaran Islam, rahim bukanlah metafora yang kosong; ia adalah pusat kasih sayang yang menjadi lawan langsung dari mekanisme ekonomi yang menuntut pemutusan hubungan demi efisiensi.
Ketika Kapitalisme Memisahkan Bayi dari Ibunya: Perspektif Ajaran Islam (1)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Annisa Eka Nurfitria,Lc.M.Sos-
Kesimpulannya, pemisahan bayi dari ibunya bukanlah fenomena alamiah atau ilmiah, melainkan konstruksi sosial-ekonomi yang berakar pada kebutuhan kapitalisme terhadap tenaga kerja yang tidak terganggu peran domestik. Penelitian neurosains, teori kelekatan, dan hadis-hadis Islam justru mengonfirmasi pentingnya kedekatan intens di tahun-tahun awal kehidupan. Dengan demikian, kritik terhadap kapitalisme bukan sekadar kritik moral, tetapi upaya memulihkan kembali fitrah relasi manusia yang telah direduksi oleh logika produksi.
Hak-Hak Anak dalam Pandangan Islam (3)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ayatullah Muhammad Reisyahri
Tindakan ini melambangkan penyucian, sekaligus penanaman nilai sosial dan kepedulian kepada sesama. Kesucian pribadi dalam Islam selalu diiringi dengan kesalehan sosial.
(Lihat: Al-Kafi, jilid 6, hlm. 33; Wasa’il al-Syi‘ah, jilid 15, hlm. 143).
Hak-Hak Anak dalam Pandangan Islam (2)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ayatullah Muhammad Reisyahri
Namun mandi ini bukan sekadar membersihkan tubuh, tetapi dilakukan dengan niat qurbatan ilallah dan memperhatikan tertib syariat. Mandi pertama ini disunahkan selama tidak membahayakan bayi dan boleh diakhirkan satu hingga dua hari. Sebagian fuqaha bahkan mewajibkannya.
(Lihat: Man la Yahdhuruhul Faqih, jilid 1, hlm. 38; Wasa’il al-Syi‘ah, jilid 2, hlm. 506).
Hak-Hak Anak dalam Pandangan Islam (1)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ayatullah Muhammad Reisyahri
Dalam ajaran Islam, setiap bayi yang lahir telah memiliki hak-hak yang harus dijaga oleh keluarganya. Hak-hak itu bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi merupakan amanah yang berakar dari bimbingan Rasulullah saw dan para Imam Ahlulbait as.
Halal dan Berkah: Tanggung Jawab Bersama Suami dan Istri (1)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Annisa Eka Nurfitri,Lc, M,Sos
Islam mengajarkan bahwa keberkahan hidup bukan terletak pada jumlah harta, tetapi pada kebersihan cara mendapatkannya. Tidak ada kemewahan yang layak dibeli dengan harga hati nurani dan keselamatan akhirat. Maka seorang istri yang bijak mestinya lebih peka, berani bertanya, dan tidak mudah terbuai oleh kenyamanan semu. Dalam konteks bangsa, keteguhan satu orang istri untuk menjaga integritas keluarga adalah benteng pertama melawan korupsi.
"ULTRA YATIM"
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- muhsin labib
Setiap anak berhak merasakan kasih sayang, keadilan, dan perlindungan—karena di mata Allah, darah mereka lebih mulia daripada gemerlap harta atau formalitas amal kita. Saatnya mengekspansi pengertian di balik setiap frasa dan terma dalam literatur agama agar senantiasa relevan dan adaptis dengan konteks dinamis.
Bagaimana Ibu Mendukung Anak Perempuannya Saat Mereka Tumbuh?
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- purkon hidayat
Nabi Muhammad Saw tentang anak perempuan bersabda,"Barangsiapa yang mempunyai anak perempuan, lalu ia mendidiknya dengan baik, dan memanfaatkan nikmat yang Allah berikan kepadanya, maka anak perempuan itu akan menjadi perisai dan penutup bagi kedua orang tuanya dari api neraka."(PH)
Menegur Kesalahan Pasangan dengan Bahasa Cinta Pasangan(2)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Euis Daryati, MA
Dalam sebuah riwayat, perlakuan baik terhadap istri dijadikan tolok ukur baiknya seseorang, seperti dalam hadis Nabi saw berikut ini, “Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang paling baik terhadap istrinya, dan saya adalah orang yang paling baik di antara kamu terhadap istrinya. [Man La Yahdhur al-Faqih, hal 324, hadis ke 5]
Menegur Kesalahan Pasangan dengan Bahasa Cinta Pasangan(1)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Euis Daryati, MA
Dalam kehidupan rumah tangga tidak luput dari kesalahan yang dilakukan pasangan suami istri. Entah karena ego, atau faktor lainnya, tidak mudah bagi seseorang untuk mengakui kesalahannya. Bahkan, sebagian tidak mau menerimanya ketika orang lain mengingatkannya bahwa ia salah. Seorang suami tidak akan mudah menerima ketika diingatkan oleh istrinya. Atau, sebaliknya seorang istri tidak mudah menerima ketika diingatkan oleh suaminya bahwa ia melakukan kesalahan. Karena kenyataannya, kebanyakan kita ini tidak suka disalahkan, walaupun memang terkadang kita sebenarnya salah.

