Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Keluarga & Anak

Peran Perempuan sebagai Agen Budaya Antikorupsi

Peran Perempuan sebagai Agen Budaya Antikorupsi

Perempuan, khususnya ibu, memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, kesederhanaan, disiplin, dan keberanian mengatakan yang benar dapat ditanamkan melalui pembiasaan di rumah.  

Baca Yang lain

Perempuan sebagai Pembentuk Gaya Hidup Antikorupsi

Perempuan sebagai Pembentuk Gaya Hidup Antikorupsi Budaya korupsi kadang berawal dari gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan ekonomi. Perempuan dapat berperan dalam membangun budaya keluarga yang sehat terhadap uang. Misalnya dengan mengajarkan merasa cukup, hidup sederhana, membedakan kebutuhan dan keinginan, menganggap kekayaan sebagai amanah dan sarana bukan tujuan, kejujuran sebagai bentuk keberhasilan.

Baca Yang lain

Perempuan sebagai Pemimpin Berintegritas

Perempuan sebagai Pemimpin Berintegritas Ketika perempuan menjadi pemimpin di pemerintahan, perusahaan, organisasi, lembaga pendidikan, maupun komunitas, ia mempunyai kesempatan untuk membangun sistem kerja yang transparan dan akuntabel.

Baca Yang lain

Perempuan sebagai Agen Antisuap

Perempuan sebagai Agen Antisuap Perempuan juga dapat berperan aktif dalam menolak normalisasi suap dan gratifikasi. Misalnya, ketika menghadapi pelayanan publik, pendidikan, pekerjaan, atau urusan administrasi, perempuan dapat membangun keberanian untuk mengatakan tidak terhadap pemberian yang bertujuan mendapatkan perlakuan khusus.  

Baca Yang lain

Perempuan sebagai Penjaga Integritas Keluarga

Perempuan sebagai Penjaga Integritas Keluarga Perempuan dapat menjadi early warning system dalam keluarga. Ketika suami atau anggota keluarga memperoleh penghasilan, fasilitas, atau pemberian yang tidak wajar, perempuan dapat berperan mengingatkan dan mengajak untuk memeriksa asal-usul harta tersebut.

Baca Yang lain

Peran Perempuan sebagai Agen Budaya Antikorupsi

Peran Perempuan sebagai Agen Budaya Antikorupsi Perempuan, khususnya ibu, memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, kesederhanaan, disiplin, dan keberanian mengatakan yang benar dapat ditanamkan melalui pembiasaan di rumah.  

Baca Yang lain

Figur Ayah dalam Membangun Keluarga Maslahah 4

Figur Ayah dalam Membangun Keluarga Maslahah 4 Pada akhirnya, keluarga maslahah tidak lahir dengan sendirinya. Ia dibangun melalui kepemimpinan yang dilandasi iman, ilmu, hikmah, kasih sayang, komunikasi yang sehat, kedisiplinan, dan keteladanan. Seorang ayah bukan hanya pemimpin rumah tangga, tetapi juga penjaga nilai, pendidik generasi, pelindung keluarga, dan pewaris akhlak. Ketika ia menjalankan seluruh amanah tersebut dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga melahirkan masyarakat yang harmonis, bangsa yang kuat, dan peradaban yang bermartabat.

Baca Yang lain

Figur Ayah dalam Membangun Keluarga Maslahah 3

Figur Ayah dalam Membangun Keluarga Maslahah 3 Pada akhirnya, keluarga maslahah tidak lahir dengan sendirinya. Ia dibangun melalui kepemimpinan yang dilandasi iman, ilmu, hikmah, kasih sayang, komunikasi yang sehat, kedisiplinan, dan keteladanan. Seorang ayah bukan hanya pemimpin rumah tangga, tetapi juga penjaga nilai, pendidik generasi, pelindung keluarga, dan pewaris akhlak. Ketika ia menjalankan seluruh amanah tersebut dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga melahirkan masyarakat yang harmonis, bangsa yang kuat, dan peradaban yang bermartabat.

Baca Yang lain

Figur Ayah dalam Membangun Keluarga Maslahah2

Figur Ayah dalam Membangun Keluarga Maslahah2 Pada akhirnya, keluarga maslahah tidak lahir dengan sendirinya. Ia dibangun melalui kepemimpinan yang dilandasi iman, ilmu, hikmah, kasih sayang, komunikasi yang sehat, kedisiplinan, dan keteladanan. Seorang ayah bukan hanya pemimpin rumah tangga, tetapi juga penjaga nilai, pendidik generasi, pelindung keluarga, dan pewaris akhlak.

Baca Yang lain

Figur Ayah dalam Membangun Keluarga Maslahah 1

Figur Ayah dalam Membangun Keluarga Maslahah 1 Pada akhirnya, keluarga maslahah tidak lahir dengan sendirinya. Ia dibangun melalui kepemimpinan yang dilandasi iman, ilmu, hikmah, kasih sayang, komunikasi yang sehat, kedisiplinan, dan keteladanan. Seorang ayah bukan hanya pemimpin rumah tangga, tetapi juga penjaga nilai, pendidik generasi, pelindung keluarga, dan pewaris akhlak.

Baca Yang lain

Ketika Kapitalisme Memisahkan Bayi dari Ibunya: Perspektif Ajaran Islam (2)

Ketika Kapitalisme Memisahkan Bayi dari Ibunya: Perspektif Ajaran Islam (2) Kesimpulannya, pemisahan bayi dari ibunya bukanlah fenomena alamiah atau ilmiah, melainkan konstruksi sosial-ekonomi yang berakar pada kebutuhan kapitalisme terhadap tenaga kerja yang tidak terganggu peran domestik. Penelitian neurosains, teori kelekatan, dan hadis-hadis Islam justru mengonfirmasi pentingnya kedekatan intens di tahun-tahun awal kehidupan. Dengan demikian, kritik terhadap kapitalisme bukan sekadar kritik moral, tetapi upaya memulihkan kembali fitrah relasi manusia yang telah direduksi oleh logika produksi. Dalam ajaran Islam, rahim bukanlah metafora yang kosong; ia adalah pusat kasih sayang yang menjadi lawan langsung dari mekanisme ekonomi yang menuntut pemutusan hubungan demi efisiensi. 

Baca Yang lain

Ketika Kapitalisme Memisahkan Bayi dari Ibunya: Perspektif Ajaran Islam (1)

Ketika Kapitalisme Memisahkan Bayi dari Ibunya: Perspektif Ajaran Islam (1) Kesimpulannya, pemisahan bayi dari ibunya bukanlah fenomena alamiah atau ilmiah, melainkan konstruksi sosial-ekonomi yang berakar pada kebutuhan kapitalisme terhadap tenaga kerja yang tidak terganggu peran domestik. Penelitian neurosains, teori kelekatan, dan hadis-hadis Islam justru mengonfirmasi pentingnya kedekatan intens di tahun-tahun awal kehidupan. Dengan demikian, kritik terhadap kapitalisme bukan sekadar kritik moral, tetapi upaya memulihkan kembali fitrah relasi manusia yang telah direduksi oleh logika produksi.

Baca Yang lain

Hak-Hak Anak dalam Pandangan Islam (3)

Hak-Hak Anak dalam Pandangan Islam (3) Tindakan ini melambangkan penyucian, sekaligus penanaman nilai sosial dan kepedulian kepada sesama. Kesucian pribadi dalam Islam selalu diiringi dengan kesalehan sosial. (Lihat: Al-Kafi, jilid 6, hlm. 33; Wasa’il al-Syi‘ah, jilid 15, hlm. 143).  

Baca Yang lain

Hak-Hak Anak dalam Pandangan Islam (2)

Hak-Hak Anak dalam Pandangan Islam (2) Namun mandi ini bukan sekadar membersihkan tubuh, tetapi dilakukan dengan niat qurbatan ilallah dan memperhatikan tertib syariat. Mandi pertama ini disunahkan selama tidak membahayakan bayi dan boleh diakhirkan satu hingga dua hari. Sebagian fuqaha bahkan mewajibkannya. (Lihat: Man la Yahdhuruhul Faqih, jilid 1, hlm. 38; Wasa’il al-Syi‘ah, jilid 2, hlm. 506).  

Baca Yang lain

Hak-Hak Anak dalam Pandangan Islam (1)

Hak-Hak Anak dalam Pandangan Islam (1) Dalam ajaran Islam, setiap bayi yang lahir telah memiliki hak-hak yang harus dijaga oleh keluarganya. Hak-hak itu bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi merupakan amanah yang berakar dari bimbingan Rasulullah saw dan para Imam Ahlulbait as.  

Baca Yang lain

Halal dan Berkah: Tanggung Jawab Bersama Suami dan Istri (1)

Halal dan Berkah: Tanggung Jawab Bersama Suami dan Istri (1) Islam mengajarkan bahwa keberkahan hidup bukan terletak pada jumlah harta, tetapi pada kebersihan cara mendapatkannya. Tidak ada kemewahan yang layak dibeli dengan harga hati nurani dan keselamatan akhirat. Maka seorang istri yang bijak mestinya lebih peka, berani bertanya, dan tidak mudah terbuai oleh kenyamanan semu. Dalam konteks bangsa, keteguhan satu orang istri untuk menjaga integritas keluarga adalah benteng pertama melawan korupsi.  

Baca Yang lain

"ULTRA YATIM"

Setiap anak berhak merasakan kasih sayang, keadilan, dan perlindungan—karena di mata Allah, darah mereka lebih mulia daripada gemerlap harta atau formalitas amal kita. Saatnya mengekspansi pengertian di balik setiap frasa dan terma dalam literatur agama agar senantiasa relevan dan adaptis dengan konteks dinamis.

Baca Yang lain

Bagaimana Ibu Mendukung Anak Perempuannya Saat Mereka Tumbuh?

Bagaimana Ibu Mendukung Anak Perempuannya Saat Mereka Tumbuh? Nabi Muhammad Saw tentang anak perempuan bersabda,"Barangsiapa yang mempunyai anak perempuan, lalu ia mendidiknya dengan baik, dan memanfaatkan nikmat yang Allah berikan kepadanya, maka anak perempuan itu akan menjadi perisai dan penutup bagi kedua orang tuanya dari api neraka."(PH)

Baca Yang lain

Menegur Kesalahan Pasangan dengan Bahasa Cinta Pasangan(2)

Menegur Kesalahan Pasangan dengan Bahasa Cinta Pasangan(2) Dalam sebuah riwayat, perlakuan baik terhadap istri dijadikan tolok ukur baiknya seseorang, seperti dalam hadis Nabi saw berikut ini, “Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang paling baik terhadap istrinya, dan saya adalah orang yang paling baik di antara kamu terhadap istrinya. [Man La Yahdhur al-Faqih, hal 324, hadis ke 5]  

Baca Yang lain

Menegur Kesalahan Pasangan dengan Bahasa Cinta Pasangan(1)

Menegur Kesalahan Pasangan dengan Bahasa Cinta Pasangan(1) Dalam kehidupan rumah tangga tidak luput dari kesalahan yang dilakukan pasangan suami istri. Entah karena ego, atau faktor lainnya, tidak mudah bagi seseorang untuk mengakui kesalahannya. Bahkan, sebagian tidak mau menerimanya ketika orang lain mengingatkannya bahwa ia salah. Seorang suami tidak akan mudah menerima ketika diingatkan oleh istrinya. Atau, sebaliknya seorang istri tidak mudah menerima ketika diingatkan oleh suaminya bahwa ia melakukan kesalahan. Karena kenyataannya, kebanyakan kita ini tidak suka disalahkan, walaupun memang terkadang kita sebenarnya salah.  

Baca Yang lain