Ma'ad
Pembuktian Adanya Kehidupan Setelah Mati (2)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ayatullah Taqi Misbah Yazdi

Al-Qur’an mengajarkan bahwa Ma’ad, atau kehidupan setelah mati, adalah suatu kenyataan yang pasti terjadi sesuai dengan janji Allah. Melalui berbagai fenomena alam, mukjizat, dan kisah-kisah nyata yang diceritakan dalam Al-Qur’an, kita dapat memahami bahwa Ma’ad adalah hal yang mungkin dan pasti terjadi.
Pembuktian Adanya Kehidupan Setelah Mati(1)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ayatullah Taqi Misbah Yazdi
Keyakinan terhadap Ma’ad (kehidupan setelah mati) adalah salah satu prinsip utama dalam agama samawi. Para nabi selalu menekankan pentingnya Ma’ad, meskipun menghadapi banyak tantangan. Al-Qur’an menempatkan keyakinan terhadap Ma’ad sejajar dengan keyakinan terhadap Tauhid, dengan lebih dari dua puluh ayat yang menyebutkan Allah dan Hari Akhir bersama-sama. Dalam banyak ayat, Al-Qur’an membahas berbagai keadaan akhirat, menggambarkan kehidupan abadi yang akan dialami manusia setelah mati.
Mengapa Kita Tidak Menyukai Kematian
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- parstoday
Seseorang mendatangi Imam Hasan Mujtaba as dan berkata, “Mengapa kita tidak menyukai kematian?” Imam Hasan Mujtaba as menjawab, “Kalian telah menghancurkan rumah akhirat kalian, dan kalian jadikan rumah-rumah kalian di dunia mewah dan megah, (karena itu) pastilah kalian tidak akan meninggalkan rumah mewah kalian dan pindah ke rumah yang sudah kalian hancurkan itu.” (Bihar al-Anwar, 6/129)
Hakikat Kematian Menurut Al-Quran(2)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Murtadha Muthahhari
Dengan demikian, Al-Quran menunjukkan bahwa karakter hakiki kematian mirip dengan tidur, yaitu peralihan menuju dimensi yang berbeda, di mana jiwa manusia tetap berada dalam penjagaan Allah. Meskipun secara fisik kematian terlihat sebagai akhir, dari perspektif spiritual, kematian merupakan langkah menuju kehidupan yang berbeda, dan esensi spiritual manusia tetap ada dan tidak musnah.
Hakikat Kematian Menurut Al-Quran (1)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Murtadha Muthahhari
Dengan demikian, Al-Quran menunjukkan bahwa karakter hakiki kematian mirip dengan tidur, yaitu peralihan menuju dimensi yang berbeda, di mana jiwa manusia tetap berada dalam penjagaan Allah. Meskipun secara fisik kematian terlihat sebagai akhir, dari perspektif spiritual, kematian merupakan langkah menuju kehidupan yang berbeda, dan esensi spiritual manusia tetap ada dan tidak musnah.
Rasa Kematian pada Setiap Orang Mati
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- M. Ishom el-Saha
Semua makhluk hidup pasti mati, akan tetapi apakah semua merasakan kematian? Pertanyaan ini timbul menyikapi peredaran video detik-detik orang mati yang kelihatan “cepat” sehingga terkesan enak atau seolah-olah tak berasa. Apa betul enak ataukah tetap merasakan sakit pada saat dicabut nyawanya?
Bahaya Hari Pengadilan
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Syarif Radhi Radhi
Dikatakan Amirul Mukminin kepada Para Sahabatnya Secara Umum, Memperingatkan Mereka tentang Bahaya Hari Pengadilan.
Catatan Amal (2)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- syiahpedia
Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an orang-orang yang berbuat baik akan menerima catatan amalan perbuatannya dengan menggunakan tangan kanan. Mereka akan kembali ke keluarganya dengan perasaan bahagia [10] dan akan berkata marilah kita baca catatan amalnya kemudian akan masuk surga.
Catatan Amal (1)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- syiahpedia
Catatan Amal (lembaran catatan amal perbuatan) adalah sebuah kitab yang mencatat seluruh tindakan-tindakan baik dan buruk manusia dan akan diberikan kepadanya kelak di akhirat. Berdasarkan riwayat terdapat dua malaikat yang berada di bahu kanan dan kiri setiap manusia.
Kisah Kehidupan: Mengatasi Dosa dan Menggapai Ampunan
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- SYEIKH HAKIMELAHI
Dalam perjalanan hidup, kita sering kali dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang menentukan arah dan keadaan kita di masa depan. Salah satu isu penting yang sering diperdebatkan dalam ranah keagamaan adalah ihbat dan takfir, dua konsep yang memegang peran krusial dalam pandangan dan kepercayaan umat.
Mengapa Tuhan Yang Maha Pengasih Membuat Neraka, Ini Kata Ayatullah Javadi Amoli
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- purkon hidayat
Jika Allah berfirman dalam Al-Qur'an, "وَ لَكُمْ فِی الْقِصَاصِ حَیاةٌ یا أُوْلِی الألْبَابِ, iya, pembalasan dan hukuman bagi pembunuh ini menyakitkan dan disayangkan. Namun pada saat yang sama, ini adalah keadilan dan belas kasihan bagi masyarakat.
Apakah dalam surga juga terdapat perjalanan menuju kesempurnaan?
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- iQuest
Akan tetapi berdasarkan prinsip hikmah dan filsafat dalam menjawab pandangan ini, dapat dikatakan bahwa jiwa di hari kiamat telah sampai pada kesempurnaan tajarrud (non material); oleh itu di sana tidak terdapat kesempurnaan. Ayat-ayat juga telah dijelaskan atau penjelas tentang perkembangan wujud alam akhirat, atau dengan ungkapan Faidh Kasyani yang memaknainya sebagai raf’e mawâne’ (menghilangkan pelbagai halangan).
Ihbath dan Takfir
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- IQ
Jadi berbeda dengan pandangan Muktazilah, sama sekali tidak ada perbuatan manusia yang hilang dan di hari kiamat manusia akan melihat semua perbuatannya, apalagi berdasarkan pandangan Tajassumi A’mal (perwujudan amal), maka yang ditunjukkan kepada seseorang adalah perbuatannya itu sendiri bukan berkas perbuatannya.
Mengenal Kiamat dan Nama-namanya
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- IQ
Kiamat (bahasa Arab: القيامة) menurut ajaran Islam adalah nama hari dimana semua manusia dikumpulkan di sisi Allah atas kehendak-Nya untuk dihitung amal perbuatan yang telah dilakukan di dunia. Oleh karenanya, hari itu disebut juga Kiamat Besar (kubra). Sebelum hari itu, beberapa peristiwa besar akan terjadi di bumi dan langit yang dikenal dengan Tanda-Tanda Kiamat (Asyrāth al-Sāah).
Kapan dan Dimana akan Terjadinya Kiamat?
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- IQ
Hanya Allah yang tahu waktu datangnya Hari Kiamat. Oleh karena itu, datangnya kiamat bersifat tiba-tiba dimana sekian banyak dari manusia hidup terlengah.
Bumi Sekejap Hancur
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ahmad & Mir Khalaf Zadeh
- Sumber:
- Kisah-Kisah Allah
Kiamat akan terjadi dengan ditiupnya sangkakala, sebagaimana dijelaskan Allah Swt secara berulang-ulang dalam al-Quran. Ayat berikut menjelaskan bahwa sangkakala ditiup dua kali, tiupan pertama mematikan seluruh makhluk dan tiupan kedua menghidupkan (kembali) mereka.
Apa yang dimaksud dengan pernyataan buta di akhirat?
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- tanyaislam
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, setelah dihimpun dalam keadaan buta di padang mahsyar, mereka digiring ke neraka dan matanya mereka bisa melihat kembali. Lantaran itulah yang telah mereka perbuat di dunia yaitu membutakan penglihatan dan pendengaran mereka untuk melihat ayat-ayat Allah, dan orang-orang suci . Semoga Allah menyelamatkan kita dari keburukan golongan tersebut.
Gambaran Panasnya Neraka Jahanam
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ayatullah Uzhma Syaikh Makarim Syirazi
- Sumber:
- Perumpamaan Dalam Al-Quran
Ketika Imam Ali as menjabat khalifah muslimin, baitul mal berada di bawah tanggung jawabnya. Beliau mempunyai saudara bernama Aqil yang telah berkeluarga dan mempunyai beberapa anak. Uang yang diterimanya dari baitul mal tidak cukup untuk biaya hidupnya. Suatu hari ia meminta Imam Ali as memberijya bagian lebih banyak lagi dari baitul mal.
Boleh kah para malaikat di sebut syaidina,dan dalil nya bagaimana?
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- iQuest
Meski penggunaan kata ini untuk para malaikat tidak begitu populer, namun dengan mencermati makna kata ini dan penggunaannya, maka tidak ada masalah menggunakan kata itu dengan maksud untuk memuliakan para malaikat.
Apakah al-Qur’an menyinggung jembatan shirâth?
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- tanyaislam
Sebagai pendahuluan harus dikatakan bahwa shirâth adalah jalan dan kemudian dideskripsikan dengan redaksi kata “mustaqim,” yang bermakna jalan lurus. Pada sebagian dari ayat-ayat dari al-Qur’an redaksi ayat shirâth mustaqim dapat juga disinggung seperti pada ayat-ayat: