Dialog Imam Musa al-Kazdhim as tentang Fadak
Suatu hari, Harun al-Rashid mencoba menguji Imam Musa al-Kazhim dengan menawarkan untuk mengembalikan tanah Fadak yang dahulu dirampas dari Sayyidah Fatimah as. Imam Musa menjawab dengan tegas:
“Aku tidak akan menerimanya kecuali jika (dikembalikan) dengan batas-batasnya.”
Ketika Harun bertanya tentang batas-batas tersebut, Imam menjelaskan:
“Batas pertama adalah Aden (di selatan). Batas kedua adalah Samarqand (di timur). Batas ketiga adalah Afrika (di barat). Batas keempat adalah pesisir di luar wilayah Khazar dan Armenia (di utara).” (Sirat al-A’immah, Halaman 415)
Jawaban ini menegaskan bahwa Fadak bukan sekadar sebidang tanah, melainkan simbol keadilan dan kepatuhan kepada perintah Allah SWT. Mendengar jawaban tersebut, Harun menjadi marah karena menyadari bahwa pengembalian Fadak berarti mengakhiri kekuasaannya yang tidak sah.