Keluarga & Masyarakat
-
Keluarga & Anak
Artikel: 135 -
Wanita
Artikel: 126 -
Kajian
Artikel: 11
Jangan Hiraukan Gangguan Burung Gagak
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Habib Ali Umar Al-Habsyi
Engkau, jangan buang waktumu meladeni kehinaan “gagak-gagak” yang mengganggumu dengan patukan lisan busuknya dan sikap bodohnya. Engkau harus terbang tinggi dengan prestasi dan akhlak tinggimu. Mereka akan berjatuhan bak gagak-gagak itu, karena tak mampu menandingimu.
Makanan Haram: Dampaknya Melampaui Tubuh 1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany Ph. D.
Imam Shadiq as menegaskan:
کَسبُ الحَرام یبینُ فِی الذُّرِیةِ
“Penghasilan atau makanan haram tampak pengaruhnya pada keturunan seseorang.” (Al-Kafi, jild 5, hlm. 125)
Makanan Haram: Dampaknya Melampaui Tubuh
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany Ph. D.
Sebaliknya, makanan haram menimbulkan pengaruh destruktif: melemahkan daya spiritual, menutup pintu hidayah, serta menumbuhkan kecenderungan terhadap kejahatan dan kesesatan. Oleh karena itu, kesadaran tentang halal-haram makanan bukan sekadar bentuk ketaatan hukum, melainkan bagian dari strategi penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs).
Menyucikan Batin: Jalan Menjaga Kehormatan Diri
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany, Ph.D.
Dari seluruh uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa satu-satunya cara menjaga kehormatan sejati adalah dengan menyucikan batin (tazkiyat al-nafs). Sebab, keburukan yang disembunyikan akan menjadi noda yang menodai wajah lahiriah seseorang, sedangkan kebaikan yang tulus akan tampak meski tanpa perlu ditunjukkan.
Munculnya Batin: Ketika Rahasia Jiwa Menjadi Nyata 2
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany, Ph.D.
Al-Qur’an mengisyaratkan bahwa tanda-tanda batin dapat dikenali melalui nada dan gaya bicara seseorang:
لَتَعْرِفَنَّهُمْ فِی لَحْنِ الْقَوْلِ
Engkau akan mengenal mereka dari nada bicaranya.” (QS. Muhammad [47]: 30)
Munculnya Batin: Ketika Rahasia Jiwa Menjadi Nyata 1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany, Ph.D.
Kesadaran ini mengajarkan bahwa penyucian batin bukan sekadar tuntutan etika, melainkan kebutuhan ontologis agar manusia sejati terwujud dalam kesatuan antara kata, perbuatan, dan hati.
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Ia melihat hati dan amal kalian.” (Hadis Nabi saw)
Berharaplah Sesuatu Di Luar Harapanmu! (1)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Habib Ali Umar Al-Habsyi
Musa yang berangkat dengan harapan yang sederhana yaitu mencari dan mendapatkan kayu dan menyalakan api unggun. Tetapi ia kembali telah berubah status. Dari menantu seorang Nabi menjadi seorang Nabi dan Rasul Agung as. Ia telah Allah pilih menjadi Rasul-Nya dengan tugas besar; menyelamatkan Bani Isra`il dari cengkaman kedzaliman Fir’aun dan memimpin mereka dalam bimbingan Syari’at Allah.
Berharaplah Sesuatu Di Luar Harapanmu!
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Habib Ali Umar Al-Habsyi
Syaikh ash Shadûq –semoga Allah merahmati beliau– meriwayatkan dari Imam Ali bin Abi Thalib as sebuah Hikmah Kehidupan yang sangat dalam makna dan kandungannya; Hendaknya seorang lebih besar penggarapannya terhadap suatu di luar harapannya daripada apa yang ia harapkan.
Alangkah Agungnya Kedudukan Syi’ah Di Surga
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Habib Ali Umar Al-Habsyi
1. Menyala-nyala dan bersinar bak bintang gemintang yang menghias hamparan langit.
2. Kedudukan mereka begitu tinggi.
3. Cahaya Keimanan mereka kepada Wilâyah Ahlulbait as menyinari sebagaimana bintang-bintang di langit bersinar.
Akal, Takwa, dan Pusat Pengambilan Keputusan Batin
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany Ph. D.
Akal praktis dalam diri manusia berfungsi sebagai pusat pengambil keputusan batiniah. Namun agar ia tidak menyimpang, pusat ini harus dikendalikan oleh takwa. Dengan demikian, setiap keputusan yang dihasilkan bukan hanya benar secara logis, tetapi juga benar secara moral dan religius.
Akal Teoretis dan Akal Praktis: Dua Dimensi Rasionalitas Manusia
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany Ph. D.
Dalam kerangka filsafat Islam, akal manusia memiliki dua fungsi utama: akal teoretis (al-‘aql al-naẓhar) dan akal praktis (al-‘aql al-‘amali). Akal teoretis bertugas untuk memahami kebenaran, membedakan antara yang benar dan yang salah, serta menghasilkan pengetahuan tentang realitas.
Kehati-hatian dan Kebijaksanaan, Buah Akal Sehat
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany Ph. D.
Kehidupan yang ideal adalah kehidupan yang dijalankan dengan akal, iman, dan takwa, di mana setiap keputusan lahir dari perenungan mendalam dan disertai orientasi moral yang benar. Karena itu, buah dari kehati-hatian adalah keselamatan.
Sintesis: Harmoni antara Akal dan Kecerdasan
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany Ph. D.
Tujuan utama pendidikan, baik spiritual maupun intelektual, seharusnya adalah menciptakan harmoni antara akal dan kecerdasan. Kecerdasan perlu diarahkan oleh akal agar tidak menyimpang, sementara akal membutuhkan kecerdasan agar tidak terjebak dalam kebodohan atau fanatisme buta.
Kecerdasan Tanpa Akal: Krisis Peradaban Modern
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany Ph. D.
Fenomena yang digambarkan Muthahhari tampak nyata dalam peradaban modern. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menunjukkan puncak kecerdasan manusia, namun krisis moral dan spiritual yang melanda dunia menunjukkan lemahnya fungsi akal.
Akal sebagai Kompas Moral dan Eksistensial
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany Ph. D.
Berbeda dari kecerdasan, akal dalam pandangan Islam bukan sekadar kemampuan berpikir logis, tetapi merupakan daya penuntun batin yang mengarahkan manusia menuju kebenaran dan kebajikan. Akal adalah cahaya yang membimbing kehendak, bukan hanya alat untuk berpikir, tetapi juga instrumen untuk hidup benar.
Kecerdasan sebagai Kapasitas Analitik
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany Ph. D.
Kecerdasan dalam pengertian umum adalah kemampuan analitik, daya tangkap yang cepat, serta kecepatan berpikir dalam memahami relasi-relasi logis dan konseptual. Orang yang cerdas mampu memecahkan masalah ilmiah dengan efisien, menemukan pola-pola baru dalam fenomena, serta menguasai bahasa dan teori dengan cepat.
Akal dan Kecerdasan 1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany Ph. D.
Dalam dinamika kehidupan manusia, hubungan antara akal dan kecerdasan merupakan tema yang selalu relevan untuk dikaji. Kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian, seolah-olah menunjuk pada hal yang sama.
Mukmin Sejati Itu adalah… (1)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Habib Ali Umar Al Habsyi
Salam sejahtera atas para Imam petunjuk, pelita-pelita dalam kegelapan malam, panji-panji ketakwaan, pemilik akal yang cemerlang dan pikiran yang dalam, tempat perlindungan seluruh makhluk, pewaris para nabi, perwujudan tertinggi dari kesempurnaan Ilahi, penyeru kepada seruan yang indah (agama yang benar), serta hujah-hujah Allah atas penduduk dunia, akhirat, dan alam pertama (azali). Semoga rahmat dan berkah Allah tercurah atas mereka.
Mukmin Sejati Itu adalah…
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Habib Ali Umar Al Habsyi
Wahai Kumail, sesungguhnya seorang mukmin sejati adalah yang berkata dengan perkataan kami. Barang siapa berpaling dari kami, maka ia telah menjauh dari kami; dan barang siapa menjauh dari kami, maka ia tidak akan sampai kepada kami; dan barang siapa tidak bersama kami, maka ia berada di lapisan neraka yang paling bawah.
Akidah, Akhlak, dan Syariat sebagai Seni Pemurnian
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany Ph. D.
Tambang batin manusia akan berkembang sempurna hanya melalui sistem nilai yang diajarkan Allah melalui para nabi-Nya. Dalam Islam, tiga aspek utama — akidah, akhlak, dan fikih (syariat) — merupakan instrumen penyempurna jiwa.

