Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Keluarga & Masyarakat

Jangan Hiraukan Gangguan Burung Gagak

Jangan Hiraukan Gangguan Burung Gagak

Engkau, jangan buang waktumu meladeni kehinaan “gagak-gagak” yang mengganggumu dengan patukan lisan busuknya dan sikap bodohnya.  Engkau harus terbang tinggi dengan prestasi dan akhlak tinggimu. Mereka akan berjatuhan bak gagak-gagak itu, karena tak mampu menandingimu.

Baca Yang lain

Makanan Haram: Dampaknya Melampaui Tubuh 1

Makanan Haram: Dampaknya Melampaui Tubuh 1 Imam Shadiq as menegaskan:  کَسبُ الحَرام یبینُ فِی الذُّرِیةِ  “Penghasilan atau makanan haram tampak pengaruhnya pada keturunan seseorang.” (Al-Kafi, jild 5, hlm. 125) 

Baca Yang lain

Makanan Haram: Dampaknya Melampaui Tubuh

Makanan Haram: Dampaknya Melampaui Tubuh Sebaliknya, makanan haram menimbulkan pengaruh destruktif: melemahkan daya spiritual, menutup pintu hidayah, serta menumbuhkan kecenderungan terhadap kejahatan dan kesesatan. Oleh karena itu, kesadaran tentang halal-haram makanan bukan sekadar bentuk ketaatan hukum, melainkan bagian dari strategi penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs).   

Baca Yang lain

Menyucikan Batin: Jalan Menjaga Kehormatan Diri

Menyucikan Batin: Jalan Menjaga Kehormatan Diri Dari seluruh uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa satu-satunya cara menjaga kehormatan sejati adalah dengan menyucikan batin (tazkiyat al-nafs). Sebab, keburukan yang disembunyikan akan menjadi noda yang menodai wajah lahiriah seseorang, sedangkan kebaikan yang tulus akan tampak meski tanpa perlu ditunjukkan.   

Baca Yang lain

Munculnya Batin: Ketika Rahasia Jiwa Menjadi Nyata 2

Munculnya Batin: Ketika Rahasia Jiwa Menjadi Nyata  2 Al-Qur’an mengisyaratkan bahwa tanda-tanda batin dapat dikenali melalui nada dan gaya bicara seseorang:  لَتَعْرِفَنَّهُمْ فِی لَحْنِ الْقَوْلِ  Engkau akan mengenal mereka dari nada bicaranya.” (QS. Muhammad [47]: 30)

Baca Yang lain

Munculnya Batin: Ketika Rahasia Jiwa Menjadi Nyata 1

Munculnya Batin: Ketika Rahasia Jiwa Menjadi Nyata  1 Kesadaran ini mengajarkan bahwa penyucian batin bukan sekadar tuntutan etika, melainkan kebutuhan ontologis agar manusia sejati terwujud dalam kesatuan antara kata, perbuatan, dan hati.  “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Ia melihat hati dan amal kalian.” (Hadis Nabi saw)

Baca Yang lain

Berharaplah Sesuatu Di Luar Harapanmu! (1)

Berharaplah Sesuatu Di Luar Harapanmu! (1) Musa yang berangkat dengan harapan yang sederhana yaitu mencari dan mendapatkan kayu dan menyalakan api unggun. Tetapi ia kembali telah berubah status. Dari menantu seorang Nabi menjadi seorang Nabi dan Rasul Agung as. Ia telah Allah pilih menjadi Rasul-Nya dengan tugas besar; menyelamatkan Bani Isra`il dari cengkaman kedzaliman Fir’aun dan memimpin mereka dalam bimbingan Syari’at Allah.

Baca Yang lain

Berharaplah Sesuatu Di Luar Harapanmu!

Berharaplah Sesuatu Di Luar Harapanmu! Syaikh ash Shadûq –semoga Allah merahmati beliau– meriwayatkan dari Imam Ali bin Abi Thalib as sebuah Hikmah Kehidupan yang sangat dalam makna dan kandungannya; Hendaknya seorang lebih besar penggarapannya terhadap suatu di luar harapannya daripada apa yang ia harapkan. 

Baca Yang lain

Alangkah Agungnya Kedudukan Syi’ah Di Surga

Alangkah Agungnya Kedudukan Syi’ah Di Surga 1. Menyala-nyala dan bersinar bak bintang gemintang yang menghias hamparan langit.   2. Kedudukan mereka begitu tinggi.    3. Cahaya Keimanan mereka kepada Wilâyah Ahlulbait as menyinari sebagaimana bintang-bintang di langit bersinar.    

Baca Yang lain

Akal, Takwa, dan Pusat Pengambilan Keputusan Batin

Akal, Takwa, dan Pusat Pengambilan Keputusan Batin Akal praktis dalam diri manusia berfungsi sebagai pusat pengambil keputusan batiniah. Namun agar ia tidak menyimpang, pusat ini harus dikendalikan oleh takwa. Dengan demikian, setiap keputusan yang dihasilkan bukan hanya benar secara logis, tetapi juga benar secara moral dan religius.

Baca Yang lain

Akal Teoretis dan Akal Praktis: Dua Dimensi Rasionalitas Manusia

Akal Teoretis dan Akal Praktis: Dua Dimensi Rasionalitas Manusia Dalam kerangka filsafat Islam, akal manusia memiliki dua fungsi utama: akal teoretis (al-‘aql al-naẓhar) dan akal praktis (al-‘aql al-‘amali). Akal teoretis bertugas untuk memahami kebenaran, membedakan antara yang benar dan yang salah, serta menghasilkan pengetahuan tentang realitas.

Baca Yang lain

Kehati-hatian dan Kebijaksanaan, Buah Akal Sehat

Kehati-hatian dan Kebijaksanaan, Buah Akal Sehat Kehidupan yang ideal adalah kehidupan yang dijalankan dengan akal, iman, dan takwa, di mana setiap keputusan lahir dari perenungan mendalam dan disertai orientasi moral yang benar. Karena itu, buah dari kehati-hatian adalah keselamatan.   

Baca Yang lain

Sintesis: Harmoni antara Akal dan Kecerdasan

Sintesis: Harmoni antara Akal dan Kecerdasan Tujuan utama pendidikan, baik spiritual maupun intelektual, seharusnya adalah menciptakan harmoni antara akal dan kecerdasan. Kecerdasan perlu diarahkan oleh akal agar tidak menyimpang, sementara akal membutuhkan kecerdasan agar tidak terjebak dalam kebodohan atau fanatisme buta.  

Baca Yang lain

Kecerdasan Tanpa Akal: Krisis Peradaban Modern

Kecerdasan Tanpa Akal: Krisis Peradaban Modern Fenomena yang digambarkan Muthahhari tampak nyata dalam peradaban modern. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menunjukkan puncak kecerdasan manusia, namun krisis moral dan spiritual yang melanda dunia menunjukkan lemahnya fungsi akal.

Baca Yang lain

Akal sebagai Kompas Moral dan Eksistensial

Akal sebagai Kompas Moral dan Eksistensial Berbeda dari kecerdasan, akal dalam pandangan Islam bukan sekadar kemampuan berpikir logis, tetapi merupakan daya penuntun batin yang mengarahkan manusia menuju kebenaran dan kebajikan. Akal adalah cahaya yang membimbing kehendak, bukan hanya alat untuk berpikir, tetapi juga instrumen untuk hidup benar.  

Baca Yang lain

Kecerdasan sebagai Kapasitas Analitik

Kecerdasan sebagai Kapasitas Analitik Kecerdasan dalam pengertian umum adalah kemampuan analitik, daya tangkap yang cepat, serta kecepatan berpikir dalam memahami relasi-relasi logis dan konseptual. Orang yang cerdas mampu memecahkan masalah ilmiah dengan efisien, menemukan pola-pola baru dalam fenomena, serta menguasai bahasa dan teori dengan cepat.

Baca Yang lain

Akal dan Kecerdasan 1

Akal dan Kecerdasan 1 Dalam dinamika kehidupan manusia, hubungan antara akal dan kecerdasan merupakan tema yang selalu relevan untuk dikaji. Kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian, seolah-olah menunjuk pada hal yang sama.   

Baca Yang lain

Mukmin Sejati Itu adalah… (1)

Mukmin Sejati Itu adalah…  (1) Salam sejahtera atas para Imam petunjuk, pelita-pelita dalam kegelapan malam, panji-panji ketakwaan, pemilik akal yang cemerlang dan pikiran yang dalam, tempat perlindungan seluruh makhluk, pewaris para nabi, perwujudan tertinggi dari kesempurnaan Ilahi, penyeru kepada seruan yang indah (agama yang benar), serta hujah-hujah Allah atas penduduk dunia, akhirat, dan alam pertama (azali). Semoga rahmat dan berkah Allah tercurah atas mereka.

Baca Yang lain

Mukmin Sejati Itu adalah…

Mukmin Sejati Itu adalah… Wahai Kumail, sesungguhnya seorang mukmin sejati adalah yang berkata dengan perkataan kami. Barang siapa berpaling dari kami, maka ia telah menjauh dari kami; dan barang siapa menjauh dari kami, maka ia tidak akan sampai kepada kami; dan barang siapa tidak bersama kami, maka ia berada di lapisan neraka yang paling bawah.   

Baca Yang lain

Akidah, Akhlak, dan Syariat sebagai Seni Pemurnian

Akidah, Akhlak, dan Syariat sebagai Seni Pemurnian Tambang batin manusia akan berkembang sempurna hanya melalui sistem nilai yang diajarkan Allah melalui para nabi-Nya. Dalam Islam, tiga aspek utama — akidah, akhlak, dan fikih (syariat) — merupakan instrumen penyempurna jiwa.   

Baca Yang lain