Al-Dzahabi: pengakuan dari kritikus yang ketat dari Imam Jawad
Syams al-Dīn al-Dzahabi (673-748 H/1274-1348 M), seorang sejarawan dan kritikus hadis yang dikenal sangat ketat, selektif, dan tidak mudah terkesan, menempatkan Muhammad al-Jawād dalam karya monumentalnya Siyar A’lām al-Nubalā’—sebuah ensiklopedia biografi tokoh-tokoh terkemuka dalam sejarah Islam.
Di sana, ia disebut sebagai “imam dari kalangan Ahlul Bait yang mulia (al-sharīf), cerdas (al-dzakī), dan memiliki kedudukan tinggi (jalīl al-qadr).” Nada yang digunakan al-Dzahabi bersifat deskriptif dan afirmatif, bukan apologetik atau polemik. Tidak ada upaya untuk menjadikannya figur kontroversial atau untuk mendekonstruksi reputasinya. Legitimasi nasab, kualitas intelektual, dan kemuliaan pribadi justru ditegaskan sebagai fakta sejarah yang tidak memerlukan pembelaan.
Signifikansi kesaksian al-Dzahabi terletak pada kredibilitas metodologisnya. Ia bukan sejarawan partisan yang mudah memberi pujian. Kritiknya terhadap para perawi hadis—bahkan terhadap tokoh-tokoh yang populer—terkenal tajam. Pengakuannya terhadap Muhammad al-Jawād, dengan demikian, memiliki bobot epistemik yang tinggi.

