Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Ibn Katsir: pengakuan kedudukan sosial dan intelektual Imam Jawad

0 Pendapat 00.0 / 5

Ibn Katsir (700-774 H/1301-1373 M), dalam karya sejarahnya yang komprehensif Al-Bidāyah wa al-Nihāyah, menyebutkan Muhammad al-Jawād sebagai “salah satu tokoh terkemuka Bani Hasyim” (min a’yān banī Hāshim).

Dalam tradisi historiografi Islam klasik, istilah a’yān (jamak dari ’ayn, yang berarti “mata” atau “yang terkemuka”) menunjuk pada figur yang memiliki bobot sosial dan intelektual yang diakui publik secara luas. Istilah ini tidak digunakan sekadar untuk menandai kedekatan genealogis atau klaim keturunan, melainkan untuk mengidentifikasi individu yang memiliki pengaruh aktual, baik dalam ranah keilmuan, spiritual, maupun sosial-politik.

Dengan demikian, pengakuan Ibn Katsir menempatkan Muhammad al-Jawād dalam ranah otoritas nyata (substantive authority), bukan sekadar simbolik (symbolic status). Ia diakui bukan hanya karena siapa ayahnya, tetapi karena siapa dia.