Ibn Hajar al-Haitami: dimensi etis dan reputasi publik Imam Jawad as
Ibn Hajar al-Haitami (909-974 H/1504-1567 M), seorang ulama Syafi’i terkemuka, dalam Al-Sawā’iq al-Muhriqah, menambahkan dimensi etis dengan menekankan kemurahan hati (al-jawād—yang juga menjadi julukannya), keilmuan, dan keluhuran budi Muhammad al-Jawād.
Julukan “al-Jawād” (Yang Dermawan) dipahami bukan sebagai label doktrinal atau titel kehormatan formal, melainkan sebagai refleksi reputasi publik yang terbentuk dari perilaku aktual. Dalam tradisi Arab-Islam klasik, julukan semacam ini (laqab) diberikan berdasarkan karakter yang konsisten dan dikenal luas, bukan melalui penetapan administratif.

