Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Menalar Hadis Ketaatan dan “Amir” Dalam Literatur Sunni (2)

0 Pendapat 00.0 / 5

Dari hadis tersebut kita mendapat rumus dan kesimpulan berikut : 

1. Mentaati Imam ‘Ali as = mentaati Rasulullah Muhammad SAW = mentaati Allah SWT 

2. Membangkang kepada Imam ‘Ali as = membangkang kepada Rasulullah Muhammad SAW = membangkang kepada Allah SWT 

3. Tidak benar kalau prinsip Muslim Syi‘ah dalam mentaati para imam Ahlul Bait as itu diposisikan berhadap-hadapan dengan ketaatan pada Allah SWT dan Rasul-Nya SAW. Sebab—berdasarkan hadis shahih di kitab Sunni sendiri—pada hakikatnya ketaatan pada Tuhan, nabi dan imam merupakan satu kesatuan ketaatan yang tak dapat dipisahkan  

4. Tidak tepat juga kalau masih butuh dijelaskan bahwa ketaatan pada para imam Ahlul Bait as itu bersyarat yakni harus sesuai dengan ajaran Allah dan Rasul-Nya. Sebab dalam hadis tersebut sudah terjelaskan secara implisit (tersimpulkan dengan sendirinya, tersirat atau terkandung halus di dalamnya) bahwa imam pasti dan mutlak sesuai dengan ajaran Allah dan Rasul-Nya, alias dengan sendirinya sudah mencakup jaminan akan kesesuaiannya sehingga tidak butuh lagi penjelasan bahwa ketaatan itu bersyarat dan syaratnya harus begini dan begitu. Karena kalau tidak dipahami demikian, lantas untuk apa ketaatan dan pembangkangan kepada sang imam (amir) disandingkan dengan ketaatan dan pembangkangan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya SAW? 

Oh ya, hemat kami, hadis di atas tidak hanya mengenai ketaatan pada satu sosok amir (pemimpin) yaitu Imam ‘Ali as, melainkan lebih dari satu sosok. Tentunya ini bukan klaim tanpa dasar yang kuat. Karena dalam hadis-hadis lain yang statusnya kuat disebutkan amir itu berjumlah 12 sosok. Berikut ini di antara hadis-hadis yang dimaksud—masih bersumber dari kitab-kitab Sunni—: 

Dalam Sunan al-Tirmidzi jilid 4, halaman 80: 

قال رسول الله (صلى الله عليه وآله وسلم): يكون من بعدي اثنا عشر أميرا 

Rasulullah SAW bersabda: Sepeninggalku ada 12 amir 

Hadis tentang adanya 12 amir bahkan disampaikan Nabi Muhammad SAW ketika haji wada’ sebagaimana tercatat di kitab Musnad Ahmad jilid 34, halaman 413 berikut ini: 

عن جابر بن سمرة السوائي قال سمعت رسول الله (صلى الله عليه وآله وسلم) يقول في حجة الوداع لا يزال هذا الدين ظاهراً على من ناوأه ولا يضره مخالف ولا مفارق حتى يمضي من امتي إثنا عشر أميراً  

Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah al-Suwaiy, ia berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda saat haji wada’: Agama ini akan senantiasa jelas/tampak terhadap pihak yang memusuhinya, agama ini tidak tercancam bahaya oleh pihak yang menyelisihnya dan memisahkan diri darinya hingga berlalu dari umatku 12 amir 

Bersambung...