Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Makna “Bi’tsah” dalam Terminologi Islam

0 Pendapat 00.0 / 5

Yaumul Bi’tsah—hari pengutusan Nabi Muhammad saw—bukan sekadar momen sejarah; ia adalah momen kebangkitan spiritual, sosial, dan transformasi kemanusiaan. Inilah inti pemikiran Imam Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, yang menegaskan bahwa tanpa memahami makna hakiki Yaumul Bi’tsah, umat manusia tetap berada dalam kegelapan dan kegamangan rohani.

Makna “Bi’tsah” dalam Terminologi Islam

Istilah bi’tsah dalam bahasa Arab berarti pengutusan. Dalam konteks Islam, istilah ini menunjuk kepada pengutusan seorang manusia dari sisi Allah Swt kepada manusia-manusia lainnya untuk menyeru kepada agama Ilahi. Kata ini digunakan secara khusus untuk menggambarkan peristiwa ketika Nabi Muhammad saw menerima wahyu pertama di Gua Hira pada usia 40 tahun—peristiwa yang dikenal luas sebagai permulaan kerasulan beliau.

Peristiwa ini, menurut banyak ulama Ahlulbait, terjadi pada 27 Rajab, 13 tahun sebelum hijrah Nabi saw—walaupun di kalangan umat Islam peristiwa itu biasanya juga dikaitkan dengan Isra Mi’raj. Namun bagi Imam Khamenei, istilah bi’tsah bukan hanya merujuk pada satu kejadian historis, melainkan pada realitas yang tak pernah usai: pengutusan terus-menerus misi Ilahi untuk membangkitkan umat manusia dari kebutaan spiritual dan sosial.