Yaumul Bi’tsah Sebagai Hari Kebangkitan
Imam Khamenei menekankan bahwa umat manusia kini lebih membutuhkan pemahaman tentang hakikat Bi’tsah daripada sekadar mengingat waktu terjadinya. Menurut beliau, Yaumul Bi’tsah adalah hari kebangkitan, bukan hanya bagi Nabi saw, melainkan bagi seluruh umat yang mencari makna hidup, keadilan, dan kebebasan dari penindasan.
Yaumul Bi’tsah sejatinya mengingatkan manusia bahwa:
1. Allah Swt telah memilih utusan-utusanNya untuk menunaikan tugas besar: mengangkat manusia dari kondisi teraib, kezaliman, dan keterbelakangan menuju cahaya iman dan keadilan.
2. Manusia dibebaskan dari perbudakan selain kepada Allah dan dipanggil kembali kepada fitrah Ilahi.
3. Utusan-utusan Allah adalah hujah Ilahi yang membimbing manusia dalam pencarian kebenaran, kemuliaan, dan kehidupan yang bermartabat.
Dalam konteks ini, Bi’tsah bukan sekadar penanda awal sejarah Islam, tetapi semangat kebangkitan yang terus berlangsung sepanjang sejarah umat manusia.

