Titik Balik Kehidupan Manusia dalam Pengutusan Nabi Muhammad Saw (1)
Misi Nabi Muhammad Saw dapat dianggap sebagai titik balik dalam sejarah. Sebuah peristiwa yang, dengan mengandalkan pembacaan Al-Qur'an, penyucian, pengajaran, dan kebijaksanaan, telah mengubah struktur intelektual dan sosial manusia.
Dalam kalender Hijriah, tanggal 27 Rajab tercatat sebagai peringatan pengutusan dan misi Nabi Muhammad Saw. Hari yang, menurut para sejarawan dunia, menandai awal babak baru dalam sejarah spiritual dan sosial umat manusia. Peristiwa ini bukan hanya titik awal misi Nabi Muhammad Saw, tetapi juga titik balik dalam transformasi intelektual, moral, dan sosial masyarakat manusia.
Empat Tujuan Utama Misi Nabi
Dalam ayat 164 Surah Al-Imran, Al-Qur'an menyebutkan empat pilar utama misi Nabi Islam, "Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata."
Membaca ayat-ayat suci, menyucikan dan menyempurnakan akhlak, mengajarkan Kitab dan ilmu, serta mengajarkan hikmah. Keempat hal ini memberikan kerangka kerja yang jelas bagi misi Nabi. Sebuah misi yang bertujuan untuk membimbing manusia dari kesalahan menuju ilmu, pertumbuhan, dan kebahagiaan di dunia ini dan akhirat. Namun, keempat tujuan penting ini telah menyebabkan banyak perubahan dalam kehidupan manusia.
Berikut adalah contoh-contoh perubahan tersebut:
1. Kebangkitan nilai-nilai individu dan sosial
Misi Nabi Muhammad Saw terjadi pada masa ketika masyarakat Arab terperangkap dalam struktur kebodohan yang kaku. Kebajikan seperti kesabaran, pengampunan, kemurahan hati, dan kesopanan telah memudar dan nilai-nilai kemanusiaan telah dilupakan di bawah bayang-bayang prasangka kesukuan.
Nabi Muhammad Saw, dengan mengandalkan ajaran wahyu, menghidupkan kembali nilai-nilai ini dan melembagakan konsep-konsep seperti kebebasan, keadilan sosial, dan martabat manusia dalam masyarakat; konsep-konsep yang kemudian menjadi pilar peradaban Islam.

