Meluruskan Salah Paham Seputar Perang dan Jihad (1)
Tidak diragukan lagi bahwa persoalan perang merupakan salah satu isu paling kompleks dalam kehidupan manusia. Kompleksitas ini tidak hanya bersumber dari realitas empiris peperangan—yang sarat dengan darah, kehancuran, dan penderitaan—tetapi juga dari cara manusia mempersepsi, menilai, dan memaknainya. Oleh karena itu, memahami perang tidak dapat dilakukan secara serampangan atau emosional, melainkan harus mengikuti sistematika yang natural dan logis.
Di antara sekian banyak problematika seputar perang, terdapat relasi prioritas dan posterioritas yang bersifat logis. Apabila sistematika ini diabaikan, maka upaya memahami perang akan berujung pada kesimpulan yang timpang, bahkan menyesatkan. Tidak sedikit perdebatan tentang nilai, hukum, dan legitimasi perang yang kandas karena pertanyaan-pertanyaan dasarnya tidak dijawab terlebih dahulu.
Para wali Allah adalah manusia-manusia merdeka yang mampu menahan diri dari maksiat meskipun memiliki kemampuan dan kecenderungan ke arahnya.
Mereka memilih ketaatan bukan karena terpaksa, tetapi karena kesadaran. Inilah rahasia kemuliaan manusia dan alasan mengapa kebebasan—meski berisiko—tetap menjadi pilihan Ilahi.

