Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Meluruskan Salah Paham Seputar Perang dan Jihad (2)

0 Pendapat 00.0 / 5

Sebagai contoh, kita sering bertanya: apakah perang itu baik atau buruk? Jika perang itu buruk, bagaimana cara mencegahnya? Jika perang itu baik, sampai batas mana ia dibenarkan? Hukum apa yang mengaturnya agar hak-hak manusia tetap terjaga? Namun sebelum semua itu, terdapat pertanyaan yang jauh lebih mendasar dan bersifat 
filosofis: mengapa perang itu ada?
Tanpa menjawab pertanyaan ontologis ini, seluruh diskursus normatif tentang perang akan kehilangan pijakan yang kokoh. Oleh karena itu, tulisan ini akan memulai pembahasan dari lapisan paling asasi, lalu secara bertahap bergerak menuju isu-isu turunan secara sistematis.

Mengapa Perang Ada? Sebuah Pertanyaan Ontologis
Pertanyaan tentang mengapa perang terjadi pada hakikatnya berkaitan dengan tujuan penciptaan manusia. Mengapa Allah Swt menciptakan manusia sedemikian rupa sehingga ia berpotensi melakukan kerusakan, penindasan, dan pertumpahan darah? Apakah perang merupakan sesuatu yang tidak disengaja dalam tatanan penciptaan, atau justru telah diperhitungkan dalam iradah takwini Tuhan?
Dalam perspektif Islam, pertanyaan ini tidak dapat dijawab dengan anggapan bahwa Tuhan “menyesal” atas penciptaan manusia, sebagaimana digambarkan dalam sebagian teks Perjanjian Lama yang telah mengalami distorsi. Al-Qur’an dengan tegas menolak gagasan Tuhan yang keliru, menyesal, atau tidak mengetahui konsekuensi penciptaan-Nya.

Al-Qur’an justru menegaskan bahwa sebelum manusia diciptakan, para malaikat telah mengetahui karakter dasar manusia sebagai makhluk yang berpotensi menumpahkan darah dan membuat kerusakan. Hal ini tergambar jelas dalam firman Allah Swt ketika para malaikat mempertanyakan penciptaan khalifah di bumi. Dengan demikian, perang dan konflik bukanlah fenomena yang luput dari pengetahuan Ilahi, apalagi sesuatu yang tidak diperhitungkan dalam tatanan penciptaan.