Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Imam Ali Zainal Abidin: Lahir di Tengah Cahaya Risalah(3)

0 Pendapat 00.0 / 5

Ibnu Abbas juga meriwayatkan sabda Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa beliau, Ali, Hasan, Husain, dan sembilan orang dari keturunan Husain adalah manusia-manusia yang disucikan dan maksum. Riwayat ini menunjukkan bahwa garis Imamah adalah garis kesucian yang dijaga langsung oleh kehendak Ilahi. (Bihar al-Anwar, jilid 36)

Tragedi Karbala kemudian menjadi titik balik besar dalam sejarah Islam. Dalam peristiwa ini, seluruh putra Imam Husain a.s. gugur sebagai syuhada, kecuali Ali bin Husain a.s. Dengan demikian, seluruh keturunan Husaini yang ada di muka bumi—baik dari kalangan Imam maupun selain Imam—bersumber darinya. Fakta sejarah ini memiliki makna teologis yang dalam: Allah SWT menjaga kesinambungan hujjah-Nya di bumi melalui Ali bin Husain a.s. (Bihar al-Anwar, jilid 45)

Ali bin Husain a.s. tumbuh besar dalam lingkungan yang oleh para ulama disebut sebagai “sekolah kerasulan”. Sejak kecil, beliau hidup di bawah naungan langsung Imamah, menyerap nilai-nilai Islam dari sumbernya yang paling murni. Kakeknya adalah Ali bin Abi Thalib a.s., pamannya Imam Hasan a.s., dan ayahnya Imam Husain a.s. Dari merekalah beliau memperoleh bimbingan intelektual, spiritual, dan moral yang membentuk kepribadiannya secara utuh.
(Bihar al-Anwar, jilid 46)

Sejarah juga mencatat bahwa ibunda beliau wafat saat melahirkannya dan tidak memiliki anak selain beliau. Seolah-olah seluruh keberadaan wanita mulia tersebut memang ditakdirkan hanya untuk melahirkan Imam besar ini. Setelah amanat Ilahi itu tertunaikan, ia kembali menghadap Tuhannya Yang Mahatinggi. (Min Hayat al-Imam al-Husain a.s.)

Dengan demikian, jelaslah bahwa Imamah Ali bin Husain a.s. setelah ayahnya tidak ditetapkan karena faktor warisan keluarga semata atau kondisi darurat pasca-Karbala. Imamah beliau merupakan ketetapan risalah Ilahi yang disampaikan melalui nash-nash Rasulullah SAW dan wasiat para Imam sebelumnya. (Al-Kafi; Kamaluddin)

Hadis tentang dua belas khalifah, riwayat Jabir bin Abdullah al-Anshari tentang ulil amri, serta wasiat Rasulullah SAW yang berantai dari Imam Ali hingga Imam Muhammad al-Baqir a.s. seluruhnya bermuara pada satu kenyataan: Imamah Ali bin Husain a.s. adalah realisasi kehendak Allah SWT dalam sejarah umat Islam. (Musnad Ahmad; Shahih Bukhari; Shahih Muslim; Bihar al-Anwar)