Imam Mahdi as: Antara Kebenaran Wahyu dan Tipu Daya Klaim Palsu
Keyakinan akan kemunculan Imam Mahdi as merupakan salah satu simpul penting dalam akidah Islam, khususnya dalam mazhab Ahlulbait as. Ia bukan sekadar isu eskatologis atau harapan masa depan, melainkan bagian dari sistem keimanan yang menyangkut kesinambungan hidayah Ilahi di muka bumi. Karena itu, mengenal Imam Mahdi as bukan urusan spekulatif, apalagi romantisme spiritual, melainkan kewajiban iman yang memiliki konsekuensi teologis dan eksistensial.
Rasulullah saw bersabda:
“Barang siapa meninggal dunia dan tidak mengenal imam pada zamannya, maka kematiannya adalah kematian jahiliyah.”
(HR. Muslim, Ahmad, dan lainnya)
Hadis ini menunjukkan bahwa keimanan tidak berhenti pada pengakuan terhadap kenabian, tetapi menuntut pengenalan terhadap imam yang sah pada setiap zaman. Oleh karena itu, persoalan Imam Mahdi as tidak dapat diperlakukan secara serampangan, apalagi direduksi menjadi bahan klaim personal atau alat legitimasi ambisi duniawi.

