Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Al-Qur’an membuka Surah al-Baqarah dengan ciri utama orang-orang bertakwa:

0 Pendapat 00.0 / 5

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib…”
(QS. al-Baqarah: 2–3)

Makna al-ghaib tidak terbatas pada perkara metafisik abstrak, tetapi juga mencakup realitas Ilahi yang belum tampak secara kasat mata, termasuk kegaiban Imam Mahdi a.s. Dalam sebuah hadis panjang yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah al-Anshari, Rasulullah ﷺ menjelaskan secara rinci rangkaian para washi (penerus) beliau hingga sampai kepada Imam Hasan al-Askari a.s., lalu kepada putranya, Muhammad bin Hasan al-Mahdi a.s.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa setelah Imam Hasan al-Askari, kepemimpinan diteruskan oleh putranya yang bergelar al-Mahdi, al-Qa’im, dan al-Hujjah. Ia akan memasuki masa kegaiban, lalu muncul kembali untuk memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi oleh kezaliman. Rasulullah ﷺ bahkan menyebutkan keberuntungan bagi mereka yang bersabar di masa kegaiban dan menegakkan kebenaran karena cinta kepada Imam Mahdi.

Dari sini jelas bahwa iman kepada al-ghaib bukan iman pasif. Ia menuntut kesabaran, keteguhan, dan komitmen moral. Orang-orang bertakwa bukan hanya menunggu, tetapi mengisi masa kegaiban dengan perjuangan menegakkan kebenaran.