Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Keutamaan Malam Nisfu Sya‘ban: Malam Munajat, Wilayat, dan Kebangkitan Jiwa (1)

0 Pendapat 00.0 / 5

Lebih dari itu, kelahiran Imam Mahdi aj pada malam ini menjadikan Nisfu Sya‘ban sebagai malam harapan dan perlawanan terhadap kezaliman. Menanti Imam bukan sikap pasif, melainkan kesiapan moral dan keberpihakan pada keadilan.

Karena itu, menghidupkan Nisfu Sya‘ban berarti menghidupkan jiwa: menjadikan doa sebagai energi perubahan dan wilayat sebagai arah hidup.

1. Nisfu Sya‘ban dalam Riwayat Ahlulbait as

Riwayat-riwayat yang sampai dari para Imam Ahlulbait as menunjukkan bahwa malam Nisfu Sya‘ban termasuk malam paling utama setelah Lailatul Qadr. Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa pada malam ini Allah SWT membuka pintu-pintu langit, melimpahkan ampunan, dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang kembali dengan hati yang tunduk.

Imam Ja‘far Shadiq as menyebutkan bahwa Allah SWT pada malam ini “memandang hamba-hamba-Nya dengan pandangan rahmat”, kecuali mereka yang berpaling dari-Nya dengan dosa dan permusuhan. Karena itu, Nisfu Sya‘ban dipahami sebagai malam pemurnian relasi vertikal manusia dengan Tuhan.
(Iqbal al-A‘mal; Bihar al-Anwar)