Keutamaan Malam Nisfu Sya‘ban: Malam Munajat, Wilayat, dan Kebangkitan Jiwa (2)
2. Malam Munajat: Berbicara kepada Allah, Bukan Sekadar Membaca
Penekanan Ayatullah Khamenei pada kata munajat sangat penting. Munajat bukan sekadar membaca teks doa, tetapi berbicara secara sadar dan jujur kepada Allah SWT.
Dalam amalan-amalan malam Nisfu Sya‘ban—sebagaimana termaktub dalam risalah Amalan Malam Nisfu Sya‘ban—terlihat bahwa struktur doanya panjang, mendalam, dan reflektif. Doa-doa tersebut membimbing manusia untuk:
a. Mengakui kefakiran eksistensialnya
b. Menyadari dosa personal dan sosial
c. Menumbuhkan harapan besar kepada rahmat Ilahi
Amalan istighfar, doa panjang, dan shalawat pada malam ini menegaskan bahwa doa adalah proses pembentukan jiwa, bukan sekadar permintaan verbal .
3. Shalawat Sya‘baniyah: Doa Wilayat dan Kesadaran Ideologis
Salah satu amalan paling penting pada bulan dan malam Nisfu Sya‘ban adalah Shalawat Sya‘baniyah, yang diriwayatkan dari Imam Zainal Abidin as. Shalawat ini memiliki karakter yang sangat khas: wilayati, tauhidi, dan ideologis.
Di dalamnya, Rasulullah saw dan Ahlulbait as digambarkan sebagai:
a. Pohon kenabian
b. Pusat turunnya risalah
c. Bahtera keselamatan di tengah gelombang kehidupan
Membaca shalawat ini berarti memperbarui komitmen terhadap wilayat, serta menegaskan posisi Ahlulbait as sebagai poros kebenaran dalam sejarah umat.
(Rujukan: Mafatih al-Jinan; Iqbal al-A‘mal)

