Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Keutamaan Malam Nisfu Sya‘ban: Malam Munajat, Wilayat, dan Kebangkitan Jiwa (3)

0 Pendapat 00.0 / 5

4. Nisfu Sya‘ban dan Lailatul Qadr: Malam Persiapan Takdir

Sebagian ulama menyebut Nisfu Sya‘ban sebagai “Lailatul Qadr kecil”. Pernyataan ini tidak bersifat fikih, melainkan spiritual: Nisfu Sya‘ban adalah malam penyiapan jiwa sebelum Ramadhan.

Jika Lailatul Qadr adalah malam penentuan takdir, maka Nisfu Sya‘ban adalah malam:

1. Pembersihan hati
2. Penataan niat
3. Persiapan ruhani untuk menerima keputusan Ilahi

Tanpa menghidupkan Nisfu Sya‘ban, Ramadhan berisiko menjadi rutinitas kosong tanpa transformasi batin.

5. Dimensi Taubat: Dari Dosa Personal ke Tanggung Jawab Sosial

Doa-doa Nisfu Sya‘ban dipenuhi permohonan ampunan. Namun dalam perspektif Ahlulbait as, taubat tidak pernah berhenti pada dosa personal. Taubat sejati juga menuntut perubahan sikap sosial dan politik.

Seseorang yang benar-benar bertaubat adalah mereka yang:

1.Tidak berkompromi dengan kezaliman
2. Menolak ketidakadilan struktural
3. Berpihak kepada kaum tertindas

Dalam konteks ini, Nisfu Sya‘ban menjadi malam evaluasi posisi moral: di pihak mana kita berdiri dalam konflik antara kebenaran dan kebatilan?
(Rujukan: Nahjul Balaghah; Bihar al-Anwar)