Keutamaan Malam Nisfu Sya‘ban: Malam Munajat, Wilayat, dan Kebangkitan Jiwa (3)
4. Nisfu Sya‘ban dan Lailatul Qadr: Malam Persiapan Takdir
Sebagian ulama menyebut Nisfu Sya‘ban sebagai “Lailatul Qadr kecil”. Pernyataan ini tidak bersifat fikih, melainkan spiritual: Nisfu Sya‘ban adalah malam penyiapan jiwa sebelum Ramadhan.
Jika Lailatul Qadr adalah malam penentuan takdir, maka Nisfu Sya‘ban adalah malam:
1. Pembersihan hati
2. Penataan niat
3. Persiapan ruhani untuk menerima keputusan Ilahi
Tanpa menghidupkan Nisfu Sya‘ban, Ramadhan berisiko menjadi rutinitas kosong tanpa transformasi batin.
5. Dimensi Taubat: Dari Dosa Personal ke Tanggung Jawab Sosial
Doa-doa Nisfu Sya‘ban dipenuhi permohonan ampunan. Namun dalam perspektif Ahlulbait as, taubat tidak pernah berhenti pada dosa personal. Taubat sejati juga menuntut perubahan sikap sosial dan politik.
Seseorang yang benar-benar bertaubat adalah mereka yang:
1.Tidak berkompromi dengan kezaliman
2. Menolak ketidakadilan struktural
3. Berpihak kepada kaum tertindas
Dalam konteks ini, Nisfu Sya‘ban menjadi malam evaluasi posisi moral: di pihak mana kita berdiri dalam konflik antara kebenaran dan kebatilan?
(Rujukan: Nahjul Balaghah; Bihar al-Anwar)

