Waktu, Tempat, dan Nasab Kelahiran Imam al-Mahdi
Imam Muhammad bin Hasan al-Mahdi as dilahirkan di kota Samarra, Irak, menjelang terbit fajar subuh, pada hari Jumat, 15 Sya‘ban 255 Hijriah. Beliau lahir di rumah ayahandanya, Imam Hasan al-Askari as, dari seorang ibu yang mulia bernama Narjis binti Yasyu‘a bin Qaishar, yang nasabnya bersambung kepada Syam‘un ash-Shafa, wasi Nabi Isa al-Masih as, melalui jalur para hawariyyun. (Mutsir al-Ahzan, hlm. 296; Kasyf al-Ghummah, juz 3, hlm. 310; Yaum al-Khalas, hlm. 86)
Narjis dikenal dengan berbagai nama—di antaranya Malikah, Susan, Rayhanah, Maryam, Shaqil, dan Sabikah—yang menunjukkan kondisi sosial-politik yang menuntut penyamaran identitas demi melindungi kelahiran hujjah Allah dari pengawasan penguasa Abbasiyah. (I‘lam an-Nasib, hlm. 10; Yaum al-Khalas, hlm. 86)
Sebagaimana seluruh imam dari Ahlulbait as, Imam Mahdi as dilahirkan dalam keadaan suci dan telah terkhitan. Tidak tampak tanda nifas pada ibundanya, sebuah keistimewaan yang juga diriwayatkan dalam kelahiran para imam sebelumnya.

