Rasulullah saw mendefinisikan ulang makna kekayaan:
“Sebaik-baik kekayaan adalah kaya hati.”
Beliau mengingatkan bahaya riba, memakan harta anak yatim, dan makanan haram. Tubuh yang tumbuh dari yang haram tidak akan membawa keberkahan.
Lalu beliau menyampaikan pesan yang mengguncang:
“Jagalah ini.”
(Beliau menunjuk kepada lidahnya)
Ketika Muadz bertanya apakah manusia akan disiksa karena apa yang diucapkannya, Rasulullah saw menjawab:
“Celaka engkau, wahai Muadz! Manusia tidak dilemparkan ke dalam neraka kecuali akibat lidahnya.”
Lisan bisa membangun peradaban, dan bisa pula menghancurkannya. Fitnah, dusta, provokasi, dan kesombongan sering kali lahir dari satu organ kecil ini.

