Zuhud dan Perlawanan terhadap Dunia
Rasulullah saw menegaskan bahwa cinta harta dan kedudukan lebih cepat menghancurkan agama daripada serigala yang menerkam kambing. Dunia terkutuk kecuali yang digunakan untuk mencari ridha Allah.
Namun zuhud bukan berarti meninggalkan dunia secara total, melainkan menempatkannya di tangan, bukan di hati. Orang yang zuhud adalah yang tidak melupakan kematian, tidak menganggap esok pasti miliknya, dan lebih memilih yang kekal daripada yang fana.
Beliau bahkan menyebut bahwa orang-orang mukmin yang miskin akan lebih dahulu masuk surga, karena mereka tidak dibebani hisab panjang tentang harta.
Zuhud adalah sikap ideologis: menolak tunduk pada sistem yang menjadikan materi sebagai tuhan.

