Abu Thalib, Mukmin Sejati Dari Quraisy Di Yaumul Mab’ats
”Abu Thalib: Mukmin Quraisy” karya Abdullah al-Khanizi, sebuah karya monumental yang mengumpulkan ratusan riwayat dan bukti historis tentang keimanan dan pengorbanan Abu Thalib, mengutip ayat ini di bagian depannya.
Peran mukmin keluarga Fir’aun ini sungguh luar biasa. Dan walaupun ia menyembunyikan keimanannya, namun keutamaannya di sisiNya tak terbantahkan. Dan perannya sungguh luar biasa. Ia berhasil membuat Fir’aun dan tentaranya menundakan gerakannya dalam membunuh Nabiyullah Musa as , Nabiyullah Harun as dan para pengikutnya. Dan penundaan ini memberikan jendela kesempatan emas pada Nabiyullah Musa as , Nabiyullah Harun as dan para pengikutnya untuk menyelamatkan diri.
Di sini peran Abu Thalib memiliki kesangatmiripan dengan Mukmin dari keluarga Fir’aun.
وَعَنِ الإِمَامِ الصَّادِقِ (عَلَيْهِ السَّلَامُ): «إِنَّ أَبَا طَالِبٍ أَظْهَرَ الْكُفْرَ، وَأَسَرَّ الإِيمَانَ
Dari Imam Ash-Shadiq (semoga keselamatan tercurah padanya): ‘Sesungguhnya Abu Thalib menampakkan kekafiran dan menyembunyikan keimanan…..
(Bihâr al-Anwâr, juz 35, hal 18 dll)
Abu Thalib: Teladan Sempurna dari Ayat Al-A’raf 157
فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
(Surah Al-A’raf [7]: 157 – bagian akhir)
“Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
Ayat Al-A’raf 157 ini memberikan empat kriteria fundamental bagi orang-orang yang beruntung (al-muflihuun): **iman kepada Nabi ﷺ**, **ta’zir (memuliakan)**, **nash-r (menolong)**, dan **ittiba’ an-nur (mengikuti cahaya Al-Qur’an)**. Sejarah menunjukkan **Abu Thalib bin Abdul Muthalib**, paman dan pelindung Rasulullah ﷺ merupakan perwujudan dari ayat tersebut yang sempurna.

