Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Abu Thalib, Mukmin Sejati Dari Quraisy

0 Pendapat 00.0 / 5

Namun demikian, hal terindahnya adalah, Sang Pelindung Nabi saw ini melakukan itu semua sembari tidak mendeklarasikannya terang-terangan terutama di depan kaumnya (yakni Quraisy). Dan ini sungguh merupakan teladan agung bagi kita semua untuk selalu melaksanakan agama dan keindahannya serta kebenarannya sesuai dengan konteks sosial. Konteks apa yang paling bermanfaat dalam ruang waktu dan masyarakat kita.  

Hal tersebut yang juga mendasari pentingnya Maqashid Asy Syari’ah yang diajarkan Allahyarham UJR pada beberapa tahun terakhir sebelum beliau rihlah. 

 فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ – Orang-orang yang Beriman Kepadanya 

Pengakuan Eksplisit tentang Kenabian Muhammad ﷺ 

Al-Khanizi dalam bukunya (hal. 131-134) menuliskan dengan sangat indah. 

“ Sejumlah pemuka Quraisy: “ Wahai Abu Thalib, anak saudaramu telah mencela tuhan-tuhan kami, menghina agama kami, menganggap bodoh akal kami, dan memandang sesat bapak-bapak kami. Apakah engkau menghentikan dia atau menyerahkannya kepada kami, karena engkau berbeda pandangan dengan apa yang kami lakukan. Oleh karena itu, kami memandang engkau dapat memperingatkannya.”