Pengorbanan di Lembah Syi’b 1
Perjanjian itu dilaksanakan dan digantungkan di dalam Ka’bah. Bani Hasyim dan Bani Muthalib, baik yang sudah beriman atau yang masih kafir, tetap bersikukuh untuk membela Rasulullah saw.
Mereka pun terisolasi di celah bukit milik Abu Thalib pada malam pertama bulan Muharram tahun ke-7 kenabian, ada pula yang menyebutkan selain tanggal tersebut (lihat Al-Mubarakfuri, Rahiq al-Makhtum, hal. 106) Orang-orang yang sudah beriman dikucilkan di bukit itu lantaran keyakinan yang mereka anut. Sementara mereka yang belum beriman dan tetap mendapat pengucilan itu karena dianggap melindungi Rasulullah.
Artinya, seluruh anggota Bani Hasyim dan Bani Muthalib diboikot, kecuali hanya satu orang, Abu Lahab. Pemboikotan itu berlangsung selama tiga tahun. Dari bulan Muharram tahun ke-7 kenabian sampai bulan Muharram tahun ke-10 kenabian.
Selama tiga tahun itu, Bani Hasyim dan Bani Muthallib sangat menderita. Tidak ada makanan yang bisa mereka makan. Bahkan, sampai mereka terpaksa memakan dedaunan dan kulit-kulit. Tidak hanya itu, jeritan kaum wanita dan bayi-bayi mengerang di balik kelaparan yang mencekam.
Setiap ada sahabat Rasulullah saw datang untuk membeli makanan dari kafilah yang datang ke Makkah, Abu Lahab berseru pada kafilah itu agar melipatgandakan harganya, sehingga sahabat tadi tidak mampu membelinya. “Wahai pedagang, naikkan harga kalian untuk para sahabat Muhammad, supaya mereka tidak dapat membeli apapun!” Seru Abu Lahab. (lihat Al-Buthi, Fiqh al-Sirah, hal. 86)

