Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Abu Thalib adalah Mukmin Sejati Dari Quraisy Di Yaumul Mab’ats

0 Pendapat 00.0 / 5

Ketika diasingkan di Lembah Syi’b, Abu Thalib selalu melindungai Kanjeng Nabi Saw dan selalu terjaga untuk mengawasinya.  

Ketika malam menyelimuti mereka dengan gelapnya kelam dan tiba saat mereka untuk tidur, Abu Thalib menghamparkan dan membentangkan tikar untuk Rasulullah Saw disaksikan oleh mereka semuanya. 

Ketika malam telah larut dan mereka telah tertidur pulas, sementara ia masih terjaga, ia sendiri bangkit, lalu menukarkan tempat tidur putranya, Ali as , dengan Rasulullah Saw. 

Ia memindahkan putranya ke tempat tidur Rasulullah as dan memindahkan Rasulullah Saw ke tempat tidur Ali as.  

Sehingga jika ada orang , – dan mungkin juga infiltran-, yang berniat buruk maka kejahatan itu akan menimpa putranya sendiri, sementara Rasulullah Saw selamat.  

Ia menjadikan putranya sebagai tebusan sehingga kejahatan tidak menimpa Rasulullah Saw. 

Sungguh itu merupakan ta’ziir yang tak terkata. Sungguh Abu Thalib menolong Rasulullah Saw dan sembari mengagungkannya serta mengutamakannya bahkan ketimbang anaknya sendiri. 

Kisah yang kita kutip di atas tentang strategi perlindungan di malam hari menunjukkan kesiapan Abu Thalib untuk mengorbankan segalanya demi Rasulullah Saw. 

“Selama dalam pengepungan di Syi’b, dalam menghadapi berbagai penderitaan dan bencana Abu Thalib as menggubah syair yang berapi-api. 

Sampaikan berita dariku kepada para pemuka di antara mereka 

Terutama para pemuka dari Bani Ka’b 

Tidakkah kaliahan tahu bahwa kami temukan Muhammad 

Seorang Nabi seperti Musa, tertulis dalam kitab-litab suci dahulu 

Ia cintai para hamba semuanya 

Tak bersikap lalim pada orang yang mendapat cinta khusus dari Allah 

Orang yang kalian baca dalam kitab-kitab kalian 

Suatu hari menjadi seperti unta lapar bagi kalian 

Sadarlah, sadarlah, sebelum kuburan digali 

Dan orang yang tak berdosa menjadi seperti pendosa 

Jangan ikuti perintah kesesatan dan penuhi 

Janji kami disertai cinta dan kedekatan 

Demi Baitullah, kami tak akan serahkan Ahmad 

Agar ia selamat dari bencana dan kesusahan 

Ketika pendahulu berlalu dari kami dan kalian 

Dan tangan-tangan memotong dengan pedang yang tajam 

Barangkali syair di bawah inilah yang dibacakannya di Syi’b.