Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Sahifah dan Berakhirnya Pemboikotan

0 Pendapat 00.0 / 5

Kehidupan yang demikian berat di Syi’b telah dijalani selama dua tahun menurut satu pendapat, atau tiga tahun menurut pendapat lain. Pada suatu hari, Allah mewahyukan pada Rasul yang agung saw apa yang tejadi pada sahifah. Rayap telah memakan semua yang tertulis berupa kata-kata kezaliman dan permusuhan pada sahifah itu. Tidak ada yang tersisa selain nama Allah. 

Rasul menyampaikan berita ini kepada pamannya, Abu Thalib as. 

“Wahai putra saudaraku, apakah Tuhanmu mengabarkan hal ini kepadamu?” 

Ketika Rasul memberikan jawaban positif, orang tua itu berkata, “ Sungguh engkau tidak pernah berbohong kepadaku.” 

Abu Thalib keluar dari Syi’b didampingi berberapa orang dari orang Bani Hasyim dan Bani Muthalib. Mereka mendatangai Masjidil Haram. Ketika orang-orang Quraisy melihatnya, mereka mengira ia datang untuk menyerahkan Muhammad kepada mereka karena pengepungan itu telah menyengsarakannya. 

Terjadi suatu dialog yang demikian taktis dan diplomatis. Di antaranya, Abu Thalib berkata, “ Aku mendatangi kalian karena satu hal , yaitu setengah antara kami dan kalian, bahwa anak saudaraku memberitahukan kepadaku, dan ia tidak pernah berbohong kepadaku, bahwa Allah telah mengirim rayap pada sahifah kalian. Rayap itu tidak menyisakan apa pun selain nama Allah. Jika kenyataan seperti apa yang dikatakannya, maka hendaklah kalian sadar terhadap apa yang telah kalian lakukan. Demi Allah, kami tidak akan menyerahkannya hingga pada akhirnya kami mati. Namun, jika apa yang dikatakannya itu tidak benar maka kami akan menyerahkannya pada kalian…”