Mawaddah kepada Ahlulbait
Salah satu ayat yang paling terkenal mengenai kedudukan Ahlulbait adalah Surah al-Syura ayat 23:
“Aku tidak meminta kepadamu suatu upah pun atas risalah ini kecuali kecintaan kepada kerabatku.”
Imam Muhammad al-Baqir as menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kerabat dalam ayat ini adalah para Imam dari Ahlulbait.
Ayat ini memiliki kedudukan istimewa karena menjadikan kecintaan kepada Ahlulbait sebagai satu-satunya balasan yang diminta Rasulullah saw atas seluruh perjuangan dakwah beliau. Jika risalah adalah jalan menuju Allah, maka kecintaan kepada Ahlulbait adalah jembatan untuk menjaga kemurnian jalan tersebut.
Karena itu, para ulama Syiah menegaskan bahwa mawaddah kepada Ahlulbait bukan perkara cabang, melainkan bagian dari fondasi agama. (Al-Kulayni, Al-Kafi, jil. 8; Syekh al-Shaduq, Al-Amali; Bihar al-Anwar, jil. 27).

