Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Wilayah Sebagai Inti Agama

0 Pendapat 00.0 / 5

Jika seluruh riwayat ini dibaca secara menyeluruh, tampak sebuah benang merah yang kuat: wilayah bukan tema pinggiran dalam agama, melainkan inti dari keberlangsungan risalah.

Tauhid membutuhkan penafsir yang benar. Syariat membutuhkan penjaga yang maksum. Al-Qur’an membutuhkan pembimbing yang memahami lahir dan batinnya. Karena itulah Allah menempatkan para Imam Ahlulbait sebagai penerus Rasulullah saw.

Wilayah bukan sekadar kecintaan emosional kepada keluarga Nabi. Ia adalah komitmen terhadap jalan kebenaran, pengakuan terhadap otoritas Ilahi, dan kesediaan untuk menjadikan Ahlulbait sebagai kompas dalam memahami agama.

Di tengah banyaknya perpecahan dan kebingungan umat, pesan Al-Qur’an yang dibaca melalui lensa Ahlulbait mengingatkan bahwa keselamatan terletak pada berpegang teguh kepada dua pusaka yang ditinggalkan Rasulullah saw: Kitab Allah dan Ahlulbaitnya. Keduanya tidak akan pernah berpisah hingga bertemu kembali di telaga Kautsar. (Hadis Tsaqalain: Shahih Muslim, Kitab Fadhail al-Shahabah; Sunan al-Tirmidzi, no. 3788; Al-Kulayni, Al-Kafi, jil. 1, hlm. 294).