Dalil Tersirat Memperingati dan Mengadakan Majelis-Majelis Ahlul Bait as 1
Imam Ahmad bin Hanbal yang merupakan ulama besar Sunni yang sangat dihormati dalam kitab Musnad-nya meriwayatkan sabda Rasulullah Muhammad SAW berikut ini :
Ùلا تبغضه وإن كنت ØªØØ¨Ù‡ ÙØ§Ø²Ø¯Ø¯ له ØØ¨Ø§
Janganlah kamu membenci ‘Ali. Jika kamu mencintainya, maka tambahlah kecintaanmu kepadanya (yakni tingkatkanlah kecintaanmu terus menerus)
í ½í³š Musnad Ahmad bin Hanbal, jilid 38, halaman 66
Demikianlah sabda Baginda Nabi SAW yang barangkali luput dari perhatian sebagian muslimin. Dari hadits yang mulia ini kita mengetahui bahwa perintah Baginda Nabi SAW tak hanya berhenti pada mencintai Imam ‘Ali bin Abi Thalib as, tetapi juga menambah dan mengembangkan kecintaan tersebut. Bukan sekadar menanam benih cinta lalu membiarkannya begitu saja. Ibarat tanaman, ia harus dirawat, disiram, dipelihara, ditumbuhkembangkan, hingga menghasilkan beragam manfaat dan keindahan.
Menariknya, dalam hadis tersebut Baginda Nabi SAW tidak menyebutkan sampai di mana batasan menambah kecintaan itu. Tidak pula dijelaskan secara rinci bentuk-bentuknya. Hal ini menunjukkan bahwa pintu untuk memperkuat kecintaan kepada Imam ‘Ali as terbuka luas melalui berbagai cara yang sesuai dengan syariat dan nilai-nilai Islam. Demikian pula tidak disebutkan batasan waktu tertentu, sehingga upaya menambah kecintaan itu dapat dilakukan kapan saja, berulang kali, bahkan menjadi bagian dari kehidupan seorang mukmin.
Perintah untuk menambah kecintaan kepada Imam ‘Ali as sangat jelas baik dari sisi redaksi maupun kandungan maknanya. Ia mengandung pesan bahwa cinta kepada beliau bukanlah keadaan yang statis, melainkan sebuah perjalanan ruhani yang harus terus bertumbuh.
Karena seluruh Ahlul Bait as merupakan satu mata rantai cahaya petunjuk yang tidak terpisahkan, maka semangat menambah kecintaan kepada Imam ‘Ali as juga berlaku terhadap Sayyidah Fathimah al-Zahra’ as, Imam Hasan al-Mujtaba as, Imam Husain as, dan para imam suci dari keturunan beliau as. Kecintaan kepada mereka adalah bagian inti dari keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

