Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Foucault: keberanian mengatakan yang benar

0 Pendapat 00.0 / 5

Husain menolak satu hal yang tampak kecil, yaitu baiat kepada Yazid. Penolakan itu yang memicu segalanya. Di akhir hidupnya, Michel Foucault mengembangkan konsep parrhesia, keberanian mengatakan yang benar. Parrhesiast adalah orang yang berbicara jujur kepada kekuasaan, dari posisi yang lebih lemah, dengan taruhan nyawanya sendiri. Ia tidak berbicara untuk menyenangkan. Ia mengikat dirinya pada kebenaran yang ia ucapkan, dan menerima risikonya.

Husain adalah parrhesiast dalam bentuknya yang paling utuh. Ketika ia diminta berbaiat, ia menolak dengan menegaskan jati diri dan kemuliaan yang tak boleh ditundukkan, sampai pada kalimat bahwa orang sepertinya tidak akan membaiat orang seperti Yazid. Foucault mengajarkan bahwa kekuasaan menghasilkan rezim kebenaran, jaringan yang menentukan apa yang boleh dianggap sah. Yazid mewarisi mesin legitimasi itu. Husain menusuk mesin tersebut dengan satu kata, yaitu tidak.

Foucault juga menulis bahwa di mana ada kekuasaan, di situ ada perlawanan. Karbala adalah titik di mana perlawanan itu memilih bentuk yang paling sunyi dan paling mahal, yaitu kesediaan untuk mati demi kalimat yang benar.