Habermas: kata yang tidak boleh dipaksa
Yang dituntut dari Husain adalah baiat. Yang ia tolak adalah cara baiat itu diminta. Jurgen Habermas membedakan tindakan komunikatif dari tindakan strategis. Pada yang pertama, manusia mencapai kesepahaman melalui argumen, dalam situasi tanpa paksaan kecuali kekuatan argumen yang lebih baik. Pada yang kedua, manusia memperlakukan sesamanya sebagai alat. Legitimasi sejati, kata Habermas, lahir dari kesepakatan yang tidak dipaksa. Baiat di bawah todongan pedang adalah komunikasi yang dirusak sampai ke akarnya. Kata setuju yang dikeluarkan karena takut mati bukanlah persetujuan, melainkan suara yang dipalsukan. Husain menolak memberi suara palsu itu, dan sepanjang perjalanan ia berkali-kali memilih kata sampai detik terakhir, sementara pihak lain memilih pedang.

