Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Fanon: martabat yang direbut kembali

0 Pendapat 00.0 / 5

Di antara para sahabat Husain ada Jaun, seorang bekas budak berkulit hitam yang dahulu dimerdekakan. Pada hari itu ia maju meminta izin berperang. Husain menawarkan agar ia pergi menyelamatkan diri, tetapi Jaun menolak. Ia memohon agar darahnya yang gelap diizinkan bercampur dengan darah keluarga suci itu, dan tradisi mengabadikan doa Husain agar wajahnya diterangkan dan namanya dimuliakan. Frantz Fanon menulis tentang mereka yang dihinakan di bumi, dan tentang pembebasan sebagai perebutan kembali martabat. Karbala adalah panggung pengakuan itu. Imperium Umayyah memperlakukan rakyat sebagai instrumen kekuasaan, tetapi di kemah Husain, Jaun bukan instrumen siapa pun. Ia subjek penuh yang memilih nasibnya sendiri dan menuntut agar darahnya diakui setara.