Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Arendt: kekuasaan kecil melawan kekerasan besar

0 Pendapat 00.0 / 5

Umar bin Sa’ad, panglima yang memimpin pengepungan, sebenarnya ragu, tetapi ia diiming-imingi jabatan dan memilih karier di atas nuraninya. Hannah Arendt membedakan kekuasaan dari kekerasan. Kekuasaan lahir ketika manusia bertindak bersama dalam kesepakatan, sedangkan kekerasan bersifat instrumental dan bisu. Arendt juga menulis tentang kedangkalan kejahatan, tentang pelaku yang bukan monster melainkan birokrat yang berhenti berpikir. Pasukan yang mengepung Husain adalah gambaran itu. Kejahatan terbesar di Karbala dilakukan oleh orang-orang biasa yang berhenti bertanya. Di seberang mereka, tujuh puluh dua orang bertindak bersama dalam keyakinan penuh. Yang sedikit memiliki kekuasaan, yang banyak hanya memiliki kekerasan. Jauh sebelumnya, Husain telah menyeru para ulama dan tokoh untuk tidak berdiam diri, dan menempatkan jalannya urusan di tangan para ulama yang amanah pada hukum Allah, sebuah teguran atas sikap diam di hadapan kezaliman.