Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Levinas: wajah yang memerintah jangan membunuh

0 Pendapat 00.0 / 5

Di antara semua episode Karbala, yang paling sukar dipikul hati adalah kisah air. Abbas bin Ali, saudara Husain dan pembawa panji, pergi ke sungai membawa wadah air. Ia berhasil mengisinya, tetapi tidak meminumnya meski ia sendiri kehausan, sebab anak-anak di kemah belum minum. Dalam perjalanan kembali, kedua lengannya ditebas, wadah air tertembus anak panah, dan ia gugur di tepi sungai. Lalu ada bayi enam bulan, yang dikenal sebagai Ali al-Ashghar. Husain mengangkatnya di hadapan pasukan, meminta seteguk air untuk sang bayi, dan jawabannya adalah anak panah. Emmanuel Levinas menempatkan etika sebagai filsafat pertama, yang sumbernya adalah wajah sesama yang rentan dan justru karena itu memerintah, jangan membunuh. Abbas adalah jelmaan ideal etika Levinas. Ia menahan diri untuk minum walaupun bukan sesuatu yang dilarang, karena wajah-wajah bayi dan anak-anak dan mereka yang kehausan di kemah Husain. Wajah bayi yang kehausan adalah wajah Levinas dalam wujudnya yang paling murni, perintah etis yang absolut. Di sisi lain anak panah musuh yang menembus leher itu adalah pelanggaran atas perintah yang sudah tertulis sangat jelas di wajah sang bayi.