Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Buber: malam Asyura dan dunia Aku-Engkau

0 Pendapat 00.0 / 5

Pada malam sebelum Asyura, Husain mengumpulkan para sahabatnya, melepaskan baiat mereka, dan mempersilakan mereka pergi di bawah gelap malam karena musuh hanya menginginkan dirinya. Tak seorang pun pergi. Mereka menjawab satu demi satu, sebagian berkata bahwa andai dibunuh lalu dihidupkan lalu dibunuh lagi berkali-kali, mereka tidak akan meninggalkannya. Tentang mereka, Husain bersaksi sendiri.

(1) Teks Arab (sesuai sumber)

فإنّي لا أعلم أصحاباً أولى ولا خيراً من أصحابي ولا أهل بيت أبرّ ولا أوصل من أهل بيتي، فجزاكم الله عنّي جميعاً خيراً

(2) Teks Arab berharakat

فَإِنِّي لَا أَعْلَمُ أَصْحَابًا أَوْلَى وَلَا خَيْرًا مِنْ أَصْحَابِي، وَلَا أَهْلَ بَيْتٍ أَبَرَّ وَلَا أَوْصَلَ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي، فَجَزَاكُمُ اللهُ عَنِّي جَمِيعًا خَيْرًا

(3) Terjemahan

Sungguh aku tidak mengetahui adanya sahabat-sahabat yang lebih utama dan lebih baik daripada sahabat-sahabatku, dan tidak pula keluarga yang lebih berbakti dan lebih erat menyambung daripada keluargaku. Semoga Allah membalas kalian semua dariku dengan kebaikan.

(4) Sumber

الطبريّ: تاريخ الطبريّ، ج 4، ص 317.

Transliterasi: al-Thabari, Tarikh al-Thabari, jilid 4, halaman 317.

Martin Buber membedakan relasi Aku-Itu, ketika yang lain menjadi objek yang dipakai, dari relasi Aku-Engkau, ketika yang lain hadir sebagai pribadi utuh sehingga lahir perjumpaan sejati. Yazid memandang Husain sebagai Itu, halangan yang harus disingkirkan. Tetapi di dalam kemah pada malam Asyura, hanya ada Aku-Engkau. Husain tidak memerintah para sahabat sebagai bawahan. Ia membebaskan mereka, dan mereka menjawab sebagai pribadi yang setara, dari hati ke hati. Karbala adalah komunitas Aku-Engkau yang berdiri utuh sampai mati, di tengah dunia yang ingin menjadikan semuanya Itu.