Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Heidegger: keberadaan yang menyongsong kematian dengan tegak

0 Pendapat 00.0 / 5

Martin Heidegger menulis bahwa manusia adalah ada yang menyongsong kematian, dan bahwa hidup yang otentik dimulai ketika seseorang berhenti lari dari kefanaan, mendengar panggilan nuraninya, dan dengan tegak memeluk kematiannya sendiri sebagai miliknya yang paling pribadi, alih-alih larut dalam kerumunan yang anonim. Para sahabat Husain diberi tahu bahwa fajar membawa kematian yang pasti. Mereka tidak lari ke dalam kerumunan yang selamat. Dengung bacaan Al-Qur’an pada malam itu adalah suara mereka yang memiliki keberadaannya sendiri. Ada ironi yang patut diakui, sebab Heidegger sendiri pernah tunduk pada sebuah tirani di zamannya. Mungkin justru itulah pelajarannya, bahwa gagasan tentang keteguhan yang otentik menemukan perwujudannya yang paling jujur bukan pada penciptanya, melainkan di sebuah padang bernama Karbala.