Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

99 Wasiat Imam Ali bin Abi Thalib as. Kepada Kumail bin Ziyâd. (Bag. 10) b

0 Pendapat 00.0 / 5

Dalam hadis lain, beliau saw. bersabda: 

ثَلاثَةٌ لا يَزيدُ اللَّهُ بهِنَّ إلّا خَيراً : التَّواضُعُ لا يَزيدُ اللَّهُ بهِ إلّا ارتِفاعاً ، وذِلُّ النَّفسِ لا يَزيدُ اللَّهُ بهِ إلّا عِزّاً ، والتَّعَفُّفُ لا يَزيدُ اللَّهُ بهِ إلّا غِنىً . 

“Tiga hal yang Allah tidak menambahnya kecuali dengan kebaikan: Kerendahan hati/ tawâdhu’, Allah tidak menambahkannya kecuali dengan ketinggian derajat, kerendahan jiwa/rendah hati di hadapan kebenaran, Allah tidak menambahkannya kecuali dengan kemuliaan, menjaga kehormatan diri (menahan diri dari yang haram dan meminta-minta), Allah tidak menambahkannya kecuali dengan kekayaan (kecukupan dan keberkahan). 

Kedua, Menjaga sifat/sikap ‘Iffah&, kehormatan diri, khususnya dari meminta-minta kepada orang lain. Sikap _‘Iffah mencerminkan kemuliaan diri dan tinggi semangat hidup, dan tumbuh dari kesadaran akan hinanya meminta-minta dan bergantung kepada belas kasih orang lain. 

Al Qur’an telah memuji mereka yang mampu menjaga harga dirinya dari meminta-minta atau menampakkan kemiskinan untuk menarik rasa iba dan kasihan orang lain: 

وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِاَنْفُسِكُمْۗ وَمَا تُنْفِقُوْنَ اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ اللّٰهِۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ يُّوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ 

“Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, (manfaatnya) untuk dirimu (sendiri). Kamu (orang-orang mukmin) tidak berinfak, kecuali karena mencari rida Allah. Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi.” (QS. Al Baqarah; 272) 

لِلْفُقَرَاۤءِ الَّذِيْنَ اُحْصِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ ضَرْبًا فِى الْاَرْضِۖ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ اَغْنِيَاۤءَ مِنَ التَّعَفُّفِۚ تَعْرِفُهُمْ بِسِيْمٰهُمْۚ لَا يَسْـَٔلُوْنَ النَّاسَ اِلْحَافًاۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ 

“(Apa pun yang kamu infakkan) diperuntukkan bagi orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah dan mereka tidak dapat berusaha di bumi. Orang yang tidak mengetahuinya mengira bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka memelihara diri dari mengemis. Engkau (Nabi Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya (karena) mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Mahatahu tentang itu .” (QS. Al Baqarah; 273)