Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Turun dari Kuda untuk Jenazah Seorang Pengikut

0 Pendapat 00.0 / 5

Nabi Saw dan Keluarganya as Yang Tak Dikenal 
Musa bin Sayyar bercerita: aku menemani Imam ar-Ridha dalam perjalanannya ke Khurasan. Ketika kami mendekati Thus dan tembok kota mulai terlihat, terdengar suara tangisan. Aku mengikuti suara itu—ternyata sebuah pengantaran jenazah. 

Pada saat itu juga Imam ar-Ridha turun dari kudanya, mendekati jenazah, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, dan mendoakan almarhum.  

Lalu beliau menoleh kepadaku dan berkata:
“Wahai Musa bin Sayyar, siapa yang menghadiri jenazah salah seorang sahabat kami, 
ia akan dibersihkan dari dosa seperti bayi yang baru lahir tanpa dosa.”  

Ketika jenazah hendak dibaringkan di samping kubur, Imam mendekat, membuka jalan diantara orang-orang, meletakkan tangannya yang penuh berkah di dada jenazah, dan berkata dengan lembut:
“Wahai fulan, kabar gembira bagimu—Surga! Tidak ada lagi rasa takut bagimu.” 

Aku berkata kepadanya, “Semoga aku menjadi tebusanmu—engkau belum pernah ke negeri ini, bagaimana engkau mengenal lelaki ini?”  

Beliau menjawab: “Wahai Musa, tidakkah engkau tahu bahwa amal-amal pengikut kami disampaikan kepada kami setiap pagi dan petang? Kami memohonkan ampun kepada Allah atas kekurangan mereka, dan kami memohon limpahan rahmat untuk amal-amal saleh mereka.” 

Diambil dari:  al-islam.org → Story of the Sun, “Imam al-Ridha’s Social Sira and his Good Conduct towards People”. https://al-islam.org/story-sun-look-imam-al-ridha-life-sayyid-muhammad-najafi-yazdi/imam-al-ridhas-social-sira-and-his