Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Akal dan Kecerdasan 1

0 Pendapat 00.0 / 5

Dalam dinamika kehidupan manusia, hubungan antara akal dan kecerdasan merupakan tema yang selalu relevan untuk dikaji. Kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian, seolah-olah menunjuk pada hal yang sama. 

Syahid Murtadha Muthahhari dalam hal ini berkata: “Terkadang kita melihat orang-orang yang dalam urusan ilmiah sangat cerdas dan pintar, bahkan jauh lebih maju dari orang lain. 
Namun, orang-orang yang sama ini, ketika berhadapan dengan persoalan hidup dan menentukan jalan yang harus mereka pilih, tampak seperti orang yang bingung dan ragu. Sementara itu, ada orang-orang lain yang kecerdasan ilmiahnya jauh di bawah mereka, tetapi justru dapat melihat kepentingan hidup dengan lebih jelas dan benar. 

Karena itu, muncul anggapan bahwa dalam diri manusia terdapat dua hal: satu disebut kecerdasan dan satu lagi akal — sebagian orang lebih cerdas, sementara sebagian lainnya lebih berakal. Namun kenyataannya, kita tidak memiliki dua kekuatan yang terpisah dengan nama akal dan kecerdasan. Orang-orang cerdas yang tampak bingung, terheran, dan bimbang dalam urusan praktis, penyebabnya adalah karena musuh-musuh akal dalam diri mereka bangkit dan memberontak, sehingga pengaruh akalnya menjadi lumpuh. “Gangguan-gangguan” itu tidak membiarkan mereka mendengar perintah akal mereka sendiri.” (Murtadha Muthahhari, Dah Goftar, hal. 38)

Namun, sebagaimana dijelaskan oleh Syahid Murtadha Muthahhari, terdapat perbedaan mendasar antara keduanya—perbedaan yang menentukan cara seseorang berpikir, bersikap, dan menjalani kehidupan.