Berharaplah Sesuatu Di Luar Harapanmu! (1)
Musa yang berangkat dengan harapan yang sederhana yaitu mencari dan mendapatkan kayu dan menyalakan api unggun. Tetapi ia kembali telah berubah status. Dari menantu seorang Nabi menjadi seorang Nabi dan Rasul Agung as. Ia telah Allah pilih menjadi Rasul-Nya dengan tugas besar; menyelamatkan Bani Isra`il dari cengkaman kedzaliman Fir’aun dan memimpin mereka dalam bimbingan Syari’at Allah. Demikian, harapan kita terhadap apa yang sedang Allah siapkan untuk kita itu hendaknya lebih besar daripada apa yang sebenarnya kita harapkan dan rencanakan.
Imam Ali bin Abi Thalib as berkata:
كُنْ لِمَا لَا تَرْجُو أَرْجَى مِنْكَ لِمَا تَرْجُو، فَإِنَّ مُوسَى بْنَ عِمْرَانَ عليه السلام خَرَجَ يَقْتَبِسُ لِأَهْلِهِ نَاراً فَكَلَّمَهُ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ فَرَجَعَ نَبِيّاً … .
Jadilah engkau terhadap apa-apa yang tidak engkau harap lebih mengharap ketimbang apa-apa yang engkau harap. Sesungguhnya Musa bin Imrân as. ia keluar untuk mencarikan api untuk keluarganya, lalu Allah -Azza wa Jalla- mengajaknya berbicara, maka ia kembali sebagai nabi .
Sumber Hadis: Amâly Syeikh Ash Sahdûq: 178.

