Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT: LOGIKA KEWAJIBAN

0 Pendapat 00.0 / 5

Bab kedua buku adalah inti argumen normatifnya. Di sinilah Khamenei mengajukan pertanyaan yang ia sebut sebagai pelajaran terpenting.

Bagian 3.1. Menolak Dua Jawaban yang Populer

Pertanyaan itu sederhana namun tajam. “Mengapa engkau tidak pergi ke tempat yang tidak ada urusannya denganmu dan dengan Yazid, tempat engkau bisa hidup, beribadah, dan berdakwah?”¹⁸ Khamenei lalu menolak dua jawaban yang lazim. Jawaban pertama: al-Husain bangkit demi kekuasaan. Ini tidak sesuai dengan jalan yang ia tempuh.

“Orang yang bangkit demi kekuasaan akan terus menempuh jalan itu selama ia melihat peluang mencapai tujuannya. Jika tidak ada peluang yang masuk akal, kewajiban orang itu adalah mundur.”¹⁹

Jawaban kedua: al-Husain bangkit untuk mencari syahid. Ini pun ditolak karena tidak berdasar dalam syariat.

“Syahid yang kita kenal dalam syariat suci adalah gerak menuju kematian dan penerimaan atasnya demi tujuan yang wajib atau sangat mungkin tercapai. Namun, berbuat dengan tujuan agar terbunuh adalah tidak dapat diterima.”²⁰

Kekeliruan kedua jawaban itu, menurut Khamenei, terletak pada pencampuran sebab dan akibat.

“Mereka yang mengatakan tujuannya adalah kekuasaan, atau tujuannya adalah syahid, telah mencampuradukkan sebab dengan akibat. Keduanya adalah akibat, bukan tujuan itu sendiri.”²¹