Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Kewajiban yang Belum Pernah Ditunaikan
Kewajiban yang Belum Pernah Ditunaikan
Jika bukan kekuasaan dan bukan syahid, lalu apa tujuannya? Khamenei merumuskan sebuah kewajiban yang baru dalam sejarah.
“Tujuan manusia agung ini adalah menunaikan sebuah kewajiban agama yang besar, yang belum pernah ditunaikan sebelumnya, tidak oleh Nabi, tidak pula oleh Imam Ali dan Imam al-Hasan.”²²
Kewajiban itu adalah mengembalikan masyarakat yang menyimpang. Bobotnya tidak di bawah pemerintahan Islam.
“Hukum tentang mengembalikan masyarakat yang menyimpang ke jalan yang benar tidaklah kurang penting dibanding pemerintahan Islam itu sendiri.”²³
Alasannya, “hukum ini menjamin hidupnya kembali Islam, sekalipun Islam mungkin telah mati atau hampir mati.”²⁴ Tingkat penyimpangan yang membenarkan kewajiban ini sangat ekstrem.
“Jika ini terjadi, Al-Qur’an menjadi terdistorsi, amal baik menjadi amal buruk, yang makruf menjadi yang mungkar, dan Islam menjadi terbalik.”²⁵
Klaim ini tidak dibiarkan tanpa bukti. Sesuai metode pada Bab 1, Khamenei menyandarkannya pada ucapan al-Husain sendiri. Motifnya adalah perbaikan.
“Aku tidak bangkit karena sombong atau angkuh, bukan pula karena hendak berbuat kerusakan atau kezaliman. Aku bangkit semata-mata mencari perbaikan dalam umat kakekku.”²⁶
Standar imam sejati pun ia tegaskan melalui surat al-Husain kepada penduduk Kufah.
“Demi Allah, Imam yang sejati hanyalah dia yang menerapkan Al-Qur’an, menegakkan keadilan, beriman kepada kebenaran, dan menahan dirinya demi Allah.”²⁷
Dasar normatifnya adalah hadis Nabi tentang kewajiban mengubah kemungkaran penguasa.
“Sesungguhnya Allah akan menghimpun bersama penguasa tiran siapa saja yang melihatnya melanggar batas-batas Allah, namun ia tidak mengubahnya melalui ucapan atau tindakan.”²⁸

