Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Membedakan Kewajiban Utama dan Menentukan Musuh
Pelajaran besar lainnya adalah kemampuan memilah. Al-Husain memisahkan kewajiban utama dari kewajiban sekunder.
“Imam al-Husain, pada titik genting sejarah Islam, memisahkan kewajiban utamanya dari kewajiban-kewajiban lainnya, lalu menunaikan kewajiban utama itu. Inilah kelemahan yang selalu diderita kaum Muslim.”³³
Kemampuan memilah ini menuntut kemampuan mengenali musuh. Salah sasaran berakibat fatal.
“Jika kita keliru menentukan musuh yang menyerang Islam, kita akan menderita kerugian besar yang tak terhindarkan, dan kehilangan banyak peluang.”³⁴
Pada zaman ini, Khamenei menamai musuh utama. “Serangan terbesar dan bahaya yang terus-menerus datang dari imperialisme global serta kekuatan kekufuran dan arogansi. Kelemahan internal membuka jalan bagi musuh, tetapi kelemahan itu pada mulanya ditanamkan oleh musuh.”³⁵ Medan perjuangannya pun ia identifikasi. Ia bukan hanya militer.
“Medan mereka bukan medan militer, melainkan medan media dan budaya; kita harus memberi perhatian pada hal ini.”³⁶
Penekanan pada medan media dan budaya ini bertaut langsung dengan Bab 4. Distorsi yang menghancurkan masyarakat awal Islam pada dasarnya adalah kerja media dan budaya pada zamannya.

