Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT?Menolak Dalih yang Tampak Sah
Bab ini ditutup dengan tema keteguhan. Keteguhan tersulit bukan menanggung derita, melainkan menolak dalih yang seolah dibenarkan akal dan syariat.
“Istiqamah tidak selalu berarti menanggung kesulitan, sebab menanggung kesulitan jauh lebih mudah dibanding menanggung (secara pasif atau mendiamkan, (tambahan penulis artikel)) perkara yang tampak berlawanan dengan syariat, kebiasaan umum, dan akal sehat.”³⁷
Filosofi pengorbanan al-Husain pun dirangkum dalam satu kalimat ziarah, yaitu bahwa ia berkorban “dan ia mengorbankan jiwanya demi Engkau untuk menyelamatkan hamba-hamba-Mu dari kebodohan dan kebingungan kesesatan.”³⁸ Pengorbanan yang lahir dari penguasaan diri pada Bab 2 kini menemukan tujuannya: menyelamatkan manusia dari kebodohan dan kesesatan.

