Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Elite (Khawass) dan Tergelincirnya Mereka oleh Dunia
Di sinilah analisis Khamenei paling tajam dan paling empiris. Ia membedakan akibat penyimpangan elite dan massa
“Ada perbedaan antara elite dan massa. Jika elite menyimpang, mereka termasuk golongan yang dimurkai Allah; sedangkan jika massa menyimpang, mereka termasuk golongan yang tersesat.”⁴⁹
Untuk membuktikan tergelincirnya elite, Khamenei kini menerapkan standar bukti dari Bab 1. Ia mengisahkan contoh-contoh dari Ibnu al-Atsir. Gubernur Abu Musa al-Asy’ari, misalnya, membawa harta yang sangat besar.
“Ketika ia berangkat, ia mengeluarkan harta bendanya dalam muatan yang memerlukan empat puluh ekor bagal untuk mengangkutnya, bahkan saat ia berangkat berjihad.”⁵⁰
Standar pun terbalik hingga orang yang disebut fasik oleh Al-Qur’an menjadi gubernur, sampai Abdullah bin Mas’ud bertanya, “Orang yang oleh Al-Qur’an disebut fasik justru menjadi gubernur. Ketika Abdullah bin Mas’ud melihatnya, ia berkata, “Apakah engkau yang tiba-tiba menjadi saleh, ataukah orang-orang yang menjadi rusak?””⁵¹ Khamenei lalu mendefinisikan inti penyakitnya, yaitu keduniawian.
“Cinta dunia adalah ketika seseorang mengejar keuntungan dirinya, atau memikirkan pengumpulan harta untuk dirinya dengan mengorbankan orang lain. Jika kita lengah, masyarakat perlahan kehilangan nilai-nilainya dan menjadi cangkang kosong.”⁵²
Puncak penyakit itu tampak pada Umar bin Sa’d, yang menukar Imam al-Husain dengan kekuasaan atas Rayy.
“Syarat untuk mengangkat Umar bin Sa’d menjadi gubernur adalah ia memerangi Imam al-Husain. Seandainya seluruh dunia ditawarkan kepada seseorang, ia tidak boleh sampai bermuka masam terhadap Imam al-Husain.”⁵³
Khamenei kemudian melacak akar penyimpangan ini hingga ke titik awalnya. Penyimpangan tidak datang sekaligus. Ia mulai dari hal kecil.
“Tanda awal masalah muncul ketika mereka berkata orang yang lebih dahulu masuk Islam harus mendapat keistimewaan, lalu diberi keistimewaan finansial dari kas negara. Inilah langkah keliru pertama. Semua kecenderungan menyimpang bermula dari hal kecil, lalu memburuk dan membesar.”⁵⁴

