Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Wilayah sebagai Pemerintahan Cinta
Diagnosis moral ini memiliki sisi politik-teologis. Khamenei membedakan dua model kekuasaan. Wilayah adalah pemerintahan cinta, monarki adalah penindasan.
“Kekhalifahan dan wilayah berarti pemerintahan yang disertai cinta dan keterhubungan dengan rakyat; tujuannya bukan mendominasi. Adapun seorang raja adalah penguasa yang menindas dan berbuat sekehendaknya.”⁶⁴
Ketika nilai dikosongkan, otoritas keilmuan pun jatuh ke tangan yang tidak tepat, sampai-sampai “Dalam masyarakat itu, orang yang mengajari umat adalah Ka’b al-Ahbar, seorang Yahudi yang tidak pernah hidup di bawah pemerintahan Nabi. Standar telah hilang, dan nilai-nilai diruntuhkan.”⁶⁵ Maka sumber kerusakan harus dilacak hingga benih pertamanya, sebagaimana dalam ziarah Asyura dinyatakan,
“Dalam ziarah Asyura Anda mengucapkan, “Ya Allah, laknatlah tiran pertama yang merampas hak-hak Muhammad dan keluarga Muhammad.” Itulah kebenarannya.”⁶⁶
Dengan demikian Bab 4 menutup diagnosisnya. Kerusakan bermula dari hal kecil, menjalar melalui elite yang cinta dunia, dan menetap karena massa yang kehilangan basirah. Moral akhirnya bersifat praktis.
“Moral Asyura adalah jangan membiarkan ruh Revolusi dan putra-putra Revolusi terisolasi di tengah masyarakat.”⁶⁷

