Dosa Yang Berpengaruh Pada Kehidupan Dunia 2
Pedagang dari Tabriz itu mungkin tidak percaya. Saya mau balik lagi lah tolong carikan yang benar-benar ulama. Kalau begitu katanya besok kita temui Jalaluddin Rumi. Dia seorang ulama yang benar-benar ulama, dan hidup zuhud dan hanya kalau kebetulan aja kita bisa berjumpa dengannya.
Esoknya dia datang membawa katanya 200 keping emas sebagai hadiah. Lalu dia dibawa dan Jalaluddin Rumi sedang baca kitab menghadap ke tembok. Pedagang itu datang melewati pintu kemudian mengucapkan salam. Jalaluddin Rumi menjawab salam sambil tidak berbalik dari tembok itu atau tidak berbalik dari membaca bukunya cuma dia berkata, uang yang 200 keping itu kau berikan kepada fakir miskin di tempat-tempat sekitar ini dan aku tahu dan kau datang ke sini karena yang hilang berkali-kali dari 200 keping yang kau mau sedekahkan itu.
Dia tercengang juga bahwa ternyata Rumi telah mengetahuinya. Kemudian Rumi berbalik dan berkata kepadanya, dagang kamu itu bangkrut usaha kamu terhambat karena dahulu engkau pernah datang ke negeri Faranggi, kalau sekarang itu Perancis, dan kau melewati seorang Darwis yang beragama Nasrani yang dalam keadaan penuh debu berbaring di pinggir jalan, kau melewatinya dan kau meludahinya, kalau kamu tidak percaya, katanya, kamu lihat ke tembok itu. Lalu Jalaluddin Rumi mengusapkan tangannya ke tembok, dan betul ia melihat waktu itu ia melangkah di sebuah pasar menemukan seorang fakir yang tidur dalam keadaan penuh debu dan juga penuh bau sehingga dia ke paksa meludahnya. Kata Jalaluddin Rumi engkau sudah meludahi salah seorang di antara waliyullah. Kamu hanya bisa menyelesaikan persoalan kamu kalau kamu balik lagi ke situ, dan turunlah dari kendaraanmu kau peluk dia kau minta maaf kepadanya dan bersihkan tubuh dia yang penuh debu dengan linangan air matamu.
Singkatnya cerita dia datang lagi menemui itu dan begitu bertemu Darwis itu berkata sampaikan salamku kepada Jalaluddin Rumi, kata dia.
Kisah ini menunjukkan beberapa hal. Yang pertama, mungkin yang menyenangkan kita ialah bahwa di antara para waliyullah ada hubungan telekomunikasi melalui alam malakut. Yang kedua, bahwa dosa yang kita lakukan di dunia ini akan berpengaruh kepada kehidupan kita di dunia ini juga. Jadi kalau kita menyakiti hati orang lain, kalau kita berbuat dzalim kepada orang lain kedazliman kita itu juga akan ke siksa dari kedzaliman itu akan ditimpakan kepada kita.
Wallau a’lam

