Akhlak & Doa
-
Akhlak
Artikel: 272 -
Doa & Ziarah
Artikel: 132 -
Kajian
Artikel: 35
Sebuah Seruan Hening: Menjadi Penuntut Ilmu Sejati
- Dipublikasi pada
Di era ketika informasi mengalir deras, namun kebijaksanaan sering terpinggirkan, kita diingatkan untuk melampaui sekadar mengetahui untuk benar-benar mengerti, merenungi, dan mengamalkan. Gelar atau status bukanlah tujuan akhir, melainkan nilai yang tumbuh dalam kesadaran dan ketekunan.
Salat, Tangis, dan Kedekatan dengan Allah
- Dipublikasi pada
Rasulullah saw menjadikan salat sebagai penyejuk matanya. Dalam salat, seorang mukmin mengetuk pintu Raja Diraja. Selama ia mengetuk, pintu akan dibukakan.
Dosa dan Istighfar
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- safinahonline
“Sesungguhnya dosa akan mengkhianati dan membakar pelakunya, dan tidak ada yang dapat memadamkannya kecuali istighfar.”
Keutamaan Malam Nisfu Sya‘ban: Malam Munajat, Wilayat, dan Kebangkitan Jiwa (4)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Husainiyah Misbahul Huda
Keistimewaan terbesar Nisfu Sya‘ban adalah kelahiran Imam Mahdi aj, hujjah Allah dan pewaris seluruh proyek kenabian. Malam ini bukan sekadar perayaan kelahiran, tetapi pembaruan kesadaran penantian.
Keutamaan Malam Nisfu Sya‘ban: Malam Munajat, Wilayat, dan Kebangkitan Jiwa (3)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- Husainiyah Misbahul Huda
Sebagian ulama menyebut Nisfu Sya‘ban sebagai “Lailatul Qadr kecil”. Pernyataan ini tidak bersifat fikih, melainkan spiritual: Nisfu Sya‘ban adalah malam penyiapan jiwa sebelum Ramadhan.
Jika Lailatul Qadr adalah malam penentuan takdir, maka Nisfu Sya‘ban adalah malam:
Keutamaan Malam Nisfu Sya‘ban: Malam Munajat, Wilayat, dan Kebangkitan Jiwa (2)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- Husainiyah Misbahul Huda
Dalam amalan-amalan malam Nisfu Sya‘ban—sebagaimana termaktub dalam risalah Amalan Malam Nisfu Sya‘ban—terlihat bahwa struktur doanya panjang, mendalam, dan reflektif. Doa-doa tersebut membimbing manusia untuk:
Keutamaan Malam Nisfu Sya‘ban: Malam Munajat, Wilayat, dan Kebangkitan Jiwa (1)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- Husainiyah Misbahul Huda
Lebih dari itu, kelahiran Imam Mahdi aj pada malam ini menjadikan Nisfu Sya‘ban sebagai malam harapan dan perlawanan terhadap kezaliman. Menanti Imam bukan sikap pasif, melainkan kesiapan moral dan keberpihakan pada keadilan.
Karena itu, menghidupkan Nisfu Sya‘ban berarti menghidupkan jiwa: menjadikan doa sebagai energi perubahan dan wilayat sebagai arah hidup.
Selarik Doa Rajab yang Menghantarkan pada Maqam Mulia
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Ir. Dimitri Mahayana, M.Eng.
Dalam doa harian Rajab, kita diperintahkan memohon kepada Allah dengan redaksi yang penuh makna:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ صَبْرَ الشَّاكِرِينَ لَكَ
Allahumma innī as’aluka ṣabra ash-shākirīna laka.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kesabaran orang-orang yang bersyukur kepada-Mu.”
Doa Memohon ‘Afiyah
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Muhammad Bhagas
Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad wa ‘ajjil farajahum (3x)
Ya Allah, wahai Pemilik ‘afiyah, Penganugerah ‘afiyah, Pemberi rezeki berupa ‘afiyah, Yang melimpahkan ‘afiyah, Yang menganugerahkan ‘afiyah kepada kami dan kepada seluruh makhluk-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih di dunia dan akhirat serta Maha Penyayang pada keduanya.
Sukses Rajab Demi Syaban dan Ramadan (2)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- ikmalonline
Bulan Rajab bisa kita jadikan sebagai media untuk menyiapkan lahan batin kita, membersihkan kotoran yang mengotori kalbu kita, merubah kebiasaan buruk yang masih kita miliki, memperbaiki kerusakan jika ada kerusakan sehingga kita bisa menyambut bulan ramadan dengan lebih siap.
Sukses Rajab Demi Syaban dan Ramadan (1)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- ikmalonline
“Wahai kaum muslimin! Bulan agung dan penuh berkah akan datang menyelimuti kalian dan bulan tersebut adalah curahan yang mana rahmat Allah akan tercurah dan meliputi siapa saja yang menyembah dan beribadah kepadanya kecuali dia adalah seorang yang musyrik atau seorang yang membuat bid’ah di dalam Islam. Sesunggguhnya dalam bulan Rajab ada sebuah amalan yang jika seseorang menghidupkan malam tersebut dan mendirikan salat pada malam tersebut, Allah swt akan mengharamkan jasadnya dari api neraka dan seribu malaikat akan menyalaminya dan seribu malaikat akan memintakan ampunan untuknya sampai kelak datang malam seperti itu.
Mengapa Lailatul Raghāib disebut "Malam Harapan"? (2)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- parstoday
Salah satu amalan istimewa di malam ini adalah berpuasa di siang hari. Puasa adalah salah satu amalan istimewa di bulan Rajab, yang banyak keutamaannya telah dikaitkan dengannya. Telah diriwayatkan dalam hadits bahwa jika seseorang berpuasa hanya satu hari di bulan Rajab yang diberkahi, karena iman dan semata-mata untuk mencari keridhaan Allah, ia akan layak mendapatkan keridhaan Allah yang tertinggi.
Pentingnya Berdoa Setelah Menunaikan Shalat Fardhu
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Habib Ali Umar Al-Habsyi
Paling sedikitnya yang cukup bagimu dari doa seusai shalat fardhu adalah engkau berdoa: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari setiap kebaikan yang terliputi oleh Ilmu-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari setiap keburukan yang terliputi oleh Ilmu-Mu. Ya Allah aku memohon kepada-Mu afiyat-Mu dalam segala urusanku. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kehinaan dunia dan dan siksa akhirat.
Jangan Sekali-kali Kamu Mengandalkan Amal Ibadahamu!
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Habib Ali Umar Al-Habsyi
إرحم من رأس ماله الرجاء و سلاحه البكاء.
Ya Allah rahmati hamba yang Modal Utamanya hanya Raja’/pengharapan dan senjatanya hanya tangisan.
Lalu bagaimana dengan kita?! Apa yang bisa kita banggakan dan andalkan untuk keselamatan abadi kita di akhirat? Selain Rahmat dan Kemurahan Allah SWT.
Doa Nabi bagi Penyampai Ilmu (2)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany Ph. D.
Redaksi «نَضَّرَ اللَّهُ» dalam hadis bermakna doa agar seorang hamba memperoleh wajah yang berseri, cerah, dan bercahaya di dunia dan akhirat. Kecerahan itu bukan sekadar fisik, tetapi melambangkan identitas ruhani dan integritas moral yang terbangun karena menjaga dan menyampaikan ilmu.
Doa Nabi bagi Penyampai Ilmu (1)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany Ph. D.
Salah satu dimensi penting dalam ajaran Islam adalah transmisi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama dari satu generasi ke generasi berikutnya. Proses ini bukan sekadar penyampaian teks, melainkan juga pewarisan makna, pemahaman, dan pengamalan. Di antara hadis yang menekankan hal ini adalah sabda Nabi Muhammad saw yang berbunyi:
نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثاً فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَهُ، فَرُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ
Makna Shalawat
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Habib Ali Umar Al-Habsyi
Jadi pada hakikatnya bershalawat itu adalah ikrar setia kita kepada Allah dan Nabi-Nya untuk tetap setia di jalan Agama-Nya.
Semoga Allah selalu melimpahkan Shalawat dan Karunia-Nya kepada Baginda Nabi Mulia Muhammad dan Ahlulbait Suci beliau.
Keutamaan Bershalawat Di Malam dan Hari Jum’at
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Habib Ali Umar Al-Habsyi
وَعَنْهُ (عَلَيْهِ السَّلَامُ) قَالَ: لَيْلَةُ الْجُمُعَةِ لَيْلَةٌ غَرَّاءُ, وَيَوْمُهَا يَوْمٌ أَزْهَرُ, وَلَيْسَ عَلَى الْأَرْضِ يَوْمٌ تَغْرُبُ فِيهِ الشَّمْسُ أَكْثَرَ مُعْتَقًا فِيهِ مِنْ النَّارِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ.
Dan dari beliau as. juga bersabda: Malam Jumat adalah malam yang mulia, dan siangnya adalah hari yang cerah/bersinar. Tidak di bumi ini hari di mana matahari terbenam dengan lebih banyak orang yang dibebaskan dari neraka daripada hari Jumat.
Jangan Pernah Putus Asa
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Sayyid Hasyim Ar-Rasuli AI-Mahallati
Meski demikian, Islam tidak membiarkan seorang pendosa tenggelam dalam keputusasaan. Imam Ja’far Al-Shadiq menekankan pentingnya harapan dan optimisme. Allah adalah Dzat yang Maha Penyayang. Tidak ada dosa yang terlalu besar selama seorang hamba datang dengan tobat yang jujur dan niat untuk berubah.
Dosa-dosa yang Menutup Pintu Doa
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Sayyid Hasyim Ar-Rasuli AI-Mahallati
Tidak semua dosa berdampak sama. Beberapa jenis dosa disebut secara spesifik dalam hadis sebagai penghalang terkabulnya doa. Imam Ali Zainal Abidin a.s. menjelaskan:
“Dosa yang bisa menolak doa dan membuat cuaca menjadi gelap ialah menyakiti hati kedua orangtua.” (Ma’ani al-Akhbar, hlm. 270)

